Tak Ditunjuk Gantikan Zukri, Makmun Solikhin: Fokus Menangkan PDIP di Pilkada

mamun-solihin.jpg

RIAUONLINE, PEKANBARU - Anggota DPRD Riau asal Fraksi PDIP, Ma'mun Solikhin mengaku tak mempermasalahkan ia tidak diajukan menjadi pimpinan DPRD menggantikan Zukri Misran. Ia menyebut ingin fokus memenangkan PDIP di Pilkada.

Meski berdasarkan petunjuk pelaksanaan, seharusnya ia selaku Bendahara Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PDIP menjadi prioritas, namun ia menyebut pemilihan Syafaruddin Poti yang diusulkan ke DPP juga sudah tepat.


"Sekarang ini terkait pimpinan DPRD, juklak internal itu prioritasnya memang KSB(Ketua Sekretaris, Bendahara). dijelaskan lagi di Juklak, ada rinciannya, antara lain ideologi partai, dan perolehan suara. Nah, terkait pimpinan pengganti Zukri, diputuskan satu nama, yakni pak Syafaruddin Poti untuk diusulkan. dan saya menerima itu, kita oke-oke saja," ujarnya Senin, 16 November 2020.

Ia menyebut lebih berfokus ke Pilkada terlebih dahulu yang menyisakan waktu kampanye 20 hari lagi.

"saya sampaikan yang penting fokus ke Pilkada dulu, kader partai kita harus menang, ndak usah memikirkan saya, biar saya fokus memenangkan Pikada," kata Ma'mun, Senin 16 November 202

Menurutnya, pergantian Wakil Ketua DPRD Riau ini sebaiknya dibicarakan selesai Pilkada.
Namun ia juga menyadari bahwa ketika partai-partai lain mengajukan nama, wajar saja PDIP juga mengajukan nama.

Menurutnya tugas sebagai bendahara partai juga tidak gampang sehingga ia ingin fokus membesarkan PDIP.

"Dengan berbagai pertimbangan, salah satunya saya sebagai bendahara partai, tanggungjawab saya tidak gampang. Yang penting bagus, saya bisa saling membesarkan," ujarnya.

Pria yang juga ketua Badan Legislasi (Banleg) DPRD Riau ini menyebut posisi puncak memang satu capaian bagi politisi namun hal ini tidak selalu prioritas.

"Tak perlu buru-buru, saya happy-happy saja. Posisi puncak memang target setiap politisi, tapi setiap posisi itu adalah harus diemban dengan baik," ujarnya.

Ia juga menekankan bahwa kebesaran dan kepentingan partai merupakan prioritasnya.

"Tradisi kompetisi internal ini tak baik. Mentradisikan kompetisi apapun namanya, jangan sampai ada friksi. Bagi saya yang penting demi kebesaran partai," tutupnya.