Asosiasi Seniman Riau Dibentuk untuk Tingkatkan Kesejahteraan Seniman

ASERI2.jpg
(ASERI)

RIAU ONLINE, PEKANBARU – Saat pandemi Covid-19 terdapat sebuah lembaga yang berdiri dengan latar belakang bentuk solidaritas dan kepedulian keberlangsungan hidup seniman di Provinsi Riau bermana ASERI (Asosiasi Seniman Riau).

“ASERI merupakan inisiatif kesadaran solidaritas terhadap kondisi seniman di masa pandemi Covid-19 yang belum menjadi perhatian pemerintah,” kata Marhalim Zaini, Ketua ASERI.

Melalui berbagai rangkaian pertemuan para seniman Riau dibentuklah program ASERI untuk menyampaikan asprirasi sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan para seniman di Riau.

Kegiatan ASERI terdiri dari program regular dan program unggulan.

“Dalam program regular terdapat RAC (Riau Artist Club),” ujarnya.

RAC merupakan kegiatan informatif terkait persoalan seni kepada seniman Riau. Program ini menghadirkan narasumber seperti budayawan, pejabat pemerintah dan juga seniman.

Pada program unggulan terdapat lima subprogram yaitu Lumpang, Gerakan Seribu Sanggar (GASS), Konservatori/Pendidikan Seni, Art Space dan Produksi Seni.

Program Lumpang adalah kegiatan untuk mengumpulan donasi dari berbagai pihak dan kemudian akan dikelola oleh ASERI serta didistribusikan kepada seniman yang membutuhkan.

“Donasi diberikan dalam bentuk Sembako (Sembilan bahan konsumsi) dan uang tunai,” ucapnya.

Untuk donasi Sembako ASERI bersedia menjemput ke lokasi donator (orang yang berdonasi) yang berada disekitar Kota Pekanbaru. Jika dalam bentuk uang tunai maka dapat langsung mentransfer ke rekening BRI 0170-01-003505-30-5 an. Perkumpulan Lembaga Aseri Indonesia.

ASERI mengutamakan transparansi dana yang dapat langsung dilihat di website www.aseri.or.id.

Program Gerakan Seribu Sanggar (GASS) ditujukan untuk membangun ekosistem seni dan menumbuhkan apresiasi masyarakat terharap seniman Riau.

“Melalui GASS diharapkan mampu membuka lapangan pekerjaan bagi seniman Riau,” katanya.

ASERI akan mendirikan sanggar seni dan memberikan pembinaan di berbagai daerah Provinsi Riau dengan sistem kerjasama. ASERI akan menyiapkan Sumber Daya Manusia (SDM) sesuai bidang seni yang dibutuhkan untuk melatih dan mengajar.

“Hasil pelatihan seni rencananya akan ditampilkan serentak dalam sebuah festival seni di daerah masing-masing,” ungkapnya.

Selanjutnya, program Pendidikan Seni dan Konservatori. Program inj dimaksudkan untuk dunia pendidikan seni, penelitian seni dan konservatori.

Tujuannya adalah untuk meningkatkan SDM dan melahirkan regenerasi seniman bersifat akademis, sehingga dapat membuka lapangan pekerjaan bagi para sarjana seni di Riau dan juga maestro (pegabdi seni).

“Sementara konservatori berupaya untuk pembangunan ekosistem seni yang produktif dan lingkungan gedung Anjung Seni Idrus Tintin,” ungkapnya.

Program Atr Space merupakan ruang yang tersedia untuk mempresentasikan karya seni dan upaya untuk peningkatan ekosistem seni seniman Riau.

Dalam Art Space terdapat Ruang Pajang Karya, Ruang Pertunjukan, Ruang Bisnis, Ruang Pendidikan, Ruang Sosial Dan Ruang Kreatif.

Sementara untuk program Produksi Seni adalah kegiatan seputar penciptaan karya seni yang dapat memberikan nilai secara ekonomis kepada seniman.

“ASERI akan memberi fasilitas kepada anggota untuk melalukan kerjasama kreatif dalam produksi karya seni jenis apapun yang dapat dipasarkan atau dijual ke masyarakat,” pungkasnya.

Jika ingin mengetahui lebih lanjut tentang ASERI bisa langsung kunjungi www.aseri.or.id