Ikan Awarna, Si Cantik Elegan yang Bikin Pemiliknya Hidup Bahagia

Ikan-Arwana.jpg
(Hidayatul Fitri/Riau Online)

RIAU ONLINE, PEKANBARU - Hamid Liau, akrab disapa Hamid, memulai usaha ikan hias bermula dari hobi. Sejak tahun 2003 ia diajak oleh saudaranya untuk mengelola usaha berbagai macam ikan hias.

 

“Saya melihat peluang usaha ikan arwana besar, jadi saya coba fokus ke arwana saja,” katanya.

 

Ia memilih fokus sejak tahun 2017 dengan arwana dengan proses bertahap. Sebab menjual arwana sebagai hewan yang dilindungi harus mengantongi izin dari BKSDA (Balai Konservasi Sumber Daya Alam). 

 

“Jadi sekarang saya menyediakan arwana saja,” ujarnya.

 

 

 

Hamid menyediakan berbagai macam jenis arwana diantaranya Super Red, Golden Red, Cross Back, Silver Brazil, dan Brazil Albino. 

 

Banyak orang memilih arwana sebagai peliharaan karena rupanya yang cantik. Cara berenang yang lembut dapat menjadi terapi mental bagi sebagian orang. 

 

“Orang lihat dia berenang stresnya bisa hilang,” ujarnya. 

 

Arwana memiliki tingkat elegan yang tinggi dan termasuk ikan high class (kelas tinggi). Sehingga memelihara arwana bisa menjadi gaya hidup bergengsi.

 

Arwana merupakan tipe ikan yang tahan tidak makan. Hal ini pula yang membuat arwana digemari. 

 

“Seperti orang Pekanbaru yang biasa kerja hingga keluar kota tidak perlu khawatir terhadap ikan arwananya jika ditinggal berhari-hari,” katanya.

 

Umur hidup arwana yang panjang membuat ikan ini dijuluki ikan abadi. 

 

“Umurnya dapat mencapai 30 tahun bahkan lebih,” ucap Hamid.

 

Hamid menggunakan kekuatan media sosial dalam mengembangkan eksistensi toko Tetelesthai miliknya. Menurutnya, promosi menggunakan media sosial lebih efektif dan efisien dibanding harus membuka toko cabang. 

 

“Kalau buka toko cabang biaya akan lebih besar seperti sewa ruko dan berbagai perlengkapannya,” ujarnya. 

 

Hamid sudah mengirim arwana koleksinya hingga ke berbagai penjuru di Indonesia berkat promosi yang ia lakukan. 

 

“Saya sudah kirim hingga ke Marauke,” ungkapnya. 

 

 

Ikan Arwana2

 

Koleksi ikan arwana di Toko Tetelesthai Aquarium Hamid Liau/Hidayatul Fitri/Riau Online

 

 

Untuk pengiriman arwana, ikan harus dipastikan cukup puasa. Puasa pada ikan dimaksudkan agar selama proses pengiriman ikan tidak banyak mengeluarkan kotoran yang dapat membuat air keruh dan menjadi sumber penyakit. 

 

“Karena puasa juga dapat mengurangi tingkat stres ikan saat pengiriman,” ujarnya. 

 

Lama puasa ditentukan oleh ukuran ikan. semakin besar ikan arwana maka puasa akan semakin lama menjelang pengiriman. 

 

“Kalau yang kecil 2-3 hari, kalau yang sedang bisa 4-5 hari bahkan ikan besar bisa seminggu hingga dua minggu,” kata Hamid.

 

pH atau tingkat keasaman dan kadar oksigen air juga harus dipastikan bagus untuk kebutuhan ikan arwana. 

 

Harga jual arwana bervariasi tergantung jenis dan ukuran. Hamid mematok harga mulai dari Rp 90 ribu hingga Rp 88 juta per ekor. 

 

Orang yang berbelanja ke toko Tetelesthai umumnya membeli ikan ukuran sedang. Sebab harga lebih terjangkau. 

 

“Biasanya orang beli yang ukuran panjang 12-20 sentimeter dengan harga berkisar dari Rp 3,6 juta hingga Rp 5,5 juta,” ucapnya.

 

Karena memelihara arwana termasuk hobi maka anggaran pelanggan biasanya berbeda-beda tergantung kesanggupan. 

 

Bagi Hamid, jika ingin usaha ikan hias harus dimulai dari hobi. Sehingga semua proses pengerjaan dalam usaha dapat dinikmati dan tidak menjadi beban.

 

“Mengganti air saja kita bisa menikmati,” katanya.

 

Usaha yang akan dibangun dan dikembangkan menurut Hamid harus fokus. Ia pun belajar dari pengalaman orang lain bahwa fokus dalam satu hal sangat penting. 

 

“Makanya saya tidak menjual ikan hias lainnya ketika saya melihat potensi arwana sangat bagus jika ditekuni,” ujarnya.

 

Saat masih menjual berbagai macam ikan hias orang tidak terlalu kenal dengan usahanya. Berbeda dengan saat ini ketika sudah fokus dengan arwana.

 

“Sekarang orang kalau mau cari arwana rata-rata pada datang ke toko saya, karena untuk toko khusus arwana di Pekanbaru belum ada selain Tetelesthai,” ujarnya.

 

Toko Tetelesthai Aquarium Hamid Liau ini sudah mendapatkan penghargaan dari Kementrian Kelautan dan Perikanan Stasiun Karantina Ikan Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan Pekanbaru dengan Kategori Pengguna Jasa Domestik Keluar Terbaik 2019 dan Pengguna Jasa Dengan Nilai Kepatuhan Terbaik Sertifikasi Domestik Keluar 2020. 

 

Rencananya Hamid berkeinginan untuk memiliki tempat budidaya peternakan ikan arwana sendiri. 

 

“Biar lebih gampang perkembangannya jadi saya ingin punya farm (lokasi peternakan) sendiri,” ujarnya. 

 

 

Jika ingin mengetahui info lebih bisa langsung datang ke Toko Tetelesthai Aquarium Hamid Liau di Jalan Tanjung Datuk, Pesisir, Kecamatan Lima Puluh, Pekanbaru, Riau atau bisa melalui media sosial Instagram @hamid_liau_tetelesthai_aq dan Facebook Hamid Liau Tetelesthai Akuarium serta Youtube Along Hamid.