Rusli Effendi Siap Maju Menjadi Calon Ketua Umum PPP

rusli-effendi.jpg
(istimewa)

RIAUONLINE, PEKANBARU - Politisi senior Riau, Rusli Effendi menyatakan siap maju menjadi calon ketua umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP). Dukungan di akar rumput disebutnya menjadi alasan kuat untuk maju.

"Kita apresiasi dan terimakasih kader-kader kita di bawah. Mulai dari DPC, DPW yang menyarankan kita maju menjadi Ketum. Ini sebuah penghargaan yang patut saya apresiasi. Sebagai kader saya kan dari bawah mulai dari pimpinan ranting, PAC, DPC, DPW itu sudah dua periode kan. Karena permintaan kader-kader partai tentu kita siap maju," ujar Rusli kepada awak media Jumat, 6 November 2020.

Untuk maju ke kursi nomor satu PPP ini, Rusli akan mulai menggalang dukungan khususnya di Sumbagteng dimana ia pernah menjadi ketua DPP.

"Saya harus membangun komunikasi, tidak cukup di Riau. Saya pernah ketua DPP Sumbagut untuk Aceh, Sumut, Riau, Kepri Sumbar, ada 94 kabupaten kota. Tentu saya mulai dari Sumbagut" ujarnya.

Rusli juga mengaku mendapat dorongan dari 15 mantan ketua DPW wilayah lain. Namun ia menyebut komunikasi politik akan menjadi kunci dalam upayanya kali ini.

Sejumlah figur kuat juga diisukan akan bertarung untuk menjadi Ketua Umum partai berlogo Kakbah tersebut.

Dilansir dari Kompas.com, nama-nama seperti Plt Ketua Umum PPP, Suharso Monoarfa, kader senior PPP Ahmad Muqowam, Wantimpres Mardiono, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa hingga Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Sandiaga Uno by masuk Purwa caketum.

Namun demikian ia menegaskan akan mantap untuk maju apabila mendapat dukungan dari bawah.

"Figur lain juga banyak, tapi kalau ada kehendak dan dukungan real dari bawah kenapa tidak? dengan segala kekurangan dan kelebihan kita siap," tegasnya.

Menurutnya kursi Ketua Umum PPP akan menjadi amanah yang cukup berat bagi siapapun calonnya. Posisi PPP yang sedang tidak baik di arena politik nasional harus dicermati.

"Kita silaturahmi dengan senior-senior. Karena tantangan sedang berat, sedang masa sulit. Kita diambang batas terakhir, pertarungan kita kan 2024 (Pilpres dan Pileg -red) jadi tidak sembarangan juga menjadi menjadi ketua umum."

Atas hal ini, ia berpendapat siapapun yang menjadi Ketua Umum nantinya harus dapat membawa perubahan positif dan inovasi untuk partai hijau ini.

"Kita berharap siapapun ketua umum nanti benar-benar berpengalaman politik di lapangan dan mampu melakukan lompatan-lompatan ke depan," tutupnya.

Diketahui, PPP akan melakukan pemilihan ketua umum di muktamar PPP yang akan dilaksanakan pada 19-22 Desember mendatang.