Rawat Kucing Teraniaya, Rumah Kucing Pekanbaru Berhutang Rp 34 Juta ke Klinik

Rumah-Kucing-Pekanbaru.jpg
(Hidayatul Fitri/Riau Online)

RIAU ONLINE, PEKANBARU - Di Jalan Fajar, Kelurahan Labuh Baru, Kecamatan Payung Sekaki, Kota Pekanbaru, Riau terdapat sebuah rumah yang dihuni oleh puluhan kucing. Begitu masuk ke dalam rumah tersebut akan ada sambutan hangat dari beberapa kucing yang sedang bermain.

Disinilah letak Rumah Kucing Pekanbaru (RKP) yang sudah berdiri sejak tahun 2016. Pada tahun 2020 RKP resmi menjadi sebuah yayasan.

“RKP berdiri awalnya karena prihatin terhadap kucing-kucing yang teraniaya di jalanan,” ujar Tari Familawati yang akrab di panggil Tari, ketua RKP.

 

Para pecinta kucing berkumpul membangun RKP untuk menjalankan misi sosialnya terhadap keberadaan kucing.

“Kami merangkul teman-teman yang memiliki visi sama untuk membantu kucing-kucing teraniaya,” katanya.

Waktu dan tenaga serta biaya yang terbatas membuat RKP terus aktif membuka peluang bagi orang yang ingin ikut membantu kucing yang tidak bernasib baik.

“Kalau mengurus sendiri kucing sebanyak itu waktu kami tidak cukup dan biayanya juga mahal,” ucapnya.

RKP memiliki 5 pengurus dan sekitar 40 orang aktif yang ikut membantu. Saat ini RKP memelihara 42 kucing. Jumlah kucing yang banyak ini membuat pengeluaran biaya juga besar.

“Sebulan saya bisa menghabiskan Rp 10 juta hanya untuk kebutuhan kucing,” katanya.

Untuk meringankan beban maka RKP membuka donasi bagi para dermawan yang ingin berdonasi kepada kucing. RKP juga menerima donator tetap yang mampu bertanggung jawab atas seekor kucing.

“Kalau ada yang ingin membiayai tapi tidak sanggup merawat bisa dengan mengirim uang bulanan untuk kucing, nanti kami yang merawatnya,” katanya.

RKP menerima donasi bukan hanya dalam bentuk uang, melainkan juga menerima dalam bentuk obat-obatan, pakan, dan berbagai fasilitas kebutuhan kucing. Selain mendapatkan sumber dana dari donator RKP juga berusaha menjual prakarya untuk memenuhi kebutuhan kucing.

“Sebenarnya meminta donasi secara terus-menerus malu juga, tapi tidak ada pilihan lain karena besarnya kebutuhan biaya,” keluhnya.

Banyaknya kebutuhan kucing membuat RKP selalu terkendala dalam hal biaya. Beruntungnya masih ada klinik yang bersedia untuk mengizinkan RKP berhutang. RKP sempat berhutang kepada klinik dokter hewan sejumlah Rp 34 juta. Saat ini RKP masih terus mengasur hutang tersebut.

“Kalau sekarang hutang kami masih Rp 12 juta yang masih harus terus kami angsur,” ujarnya pada hari Senin, 2 November 2020.

Kedepannya RKP berencana ingin mengadakan acara steril atau kebiri gratis untuk mencegah ledakan populasi kucing.

Tari berpesan kepada masyarakat agar dapat menyayangi kucing layaknya makhluk hidup.

“Kalau tidak suka jangan disakiti atau dianiaya,” pungkasnya.

 

Bagi yang ingin mengetahui info lebih tentang RKP bisa melalui Instagram @yayasanrumahkucingpekanbaru atau fanpage @rumahkucingpekanbaru. Jika ingin berdonasi bisa hubungi 08127692007 atau langsung ke nomor rekening 108 00 16100 217 Bank Mandiri atas nama Tari Familawati.