Ogah Bikin Warganya Sejahtera, HMI Sebut Gubernur Syamsuar Tak Punya Hati

Heri-Kurnia2.jpg
(Sigit Eka Yunanda/Riau online)

RIAUONLINE, PEKANBARU - Ketua Umum HMI Cabang Pekanbaru, Heri Kurnia kecewa dengan sikap Gubernur Riau, Syamsuar yang tidak menaikkan Upah Minimum Provinsi (UMP) Riau 2020.

 Ia menyebut hal ini sebagai indikasi kepemimpinan Syamsuar tidak didedikasikan kepada masyarakat Riau. 

 

"Kita menilai syamsuar nggak punya hati nurani, dari sejak awal menjabat kita tidak melihat komitmen Syamsuar untuk mensejaterakan Rakyat Riau" ujar Heri kepada Riauonline melalui pesan WhatsApp Senin, 2 Oktober 2020.

 

 

 

Ia menyebut tidak melihat langkah Syamsuar untuk membuat kebijakan yang sesuai dengan konteks kebutuhan Masyarakat Riau. Alih-alih melakukan hal tersebut Heri menyebut Syamsuar hanya meneruskan kebijakan pemerintah. 

 

"kita tidak melihat langkah berani syamsuar menentang kebijakan-kebijakan pemerintah pusat yang dinilai tidak pro rakyat" Sebutnya. 

 

Sebagai tolak ukur kebijakan UMP 2021 ini, Heri menyebut provinsi Jawa Timur , DKI Jakarta, dan DI Yogyakarta yang pimpinan daerahnya mengambil sikap dan langkah beraninya menaikan UMP 2021. 

 

Ia turut menyebut sikap Syamsuar terhadap penolakan UU Cipta Kerja pun tidak tegas. Padahal, banyak masyarakat Riau menolak aturan tersebut. 

 

"UU omnibuslaw yang ramai ditolak oleh banyak pihak itu karena masyarakat tak percaya bahwa uu ombibuslaw mampu memberikan rasa kesejateraan terhadap masyarakat" jelasnya.

 

Ia menyebut HMI cabang Pekanbaru siap untuk bertukar pikiran termasuk debat terbuka dengan Syamsuar terkait kondisi Riau.

 

Ia mengingatkan Syamsuar agar jangan sampai ada masyarakat yang menyesal menjadikannya sebagai Ulil Amri. 

 

 

"Kami mengingatkan Syamsuar jangan sampai rakyat Riau menyesal karena pernah percaya dan memilih anda sebagai sebagai Gubernur Riau" Tutup Heri dengan tegas.