Waktu Tanggap Damkar Pekanbaru 15 Menit untuk Sampai ke TKP Kebakaran

Kebakaran8.jpg
(istimewa)

RIAU ONLINE, PEKANBARU- Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kota Pekanbaru, Burhan Gurning menyebut ada 123 peristiwa kebakaran hingga September 2020.

 

Ia menyebut, kebakaran biasanya timbul dari arus pendek. Pada umumnya yang terbakar adalah bangunan yang sudah lama. Ada juga yang terbuat dari papan, akibatnya api cepat meluas.

 

Pihaknya menargetkan waktu tanggap atau lebih dikenal response time hanya 15 menit saat kebakaran terjadi.

 

 

Response time itu total waktu yang dihitung dari saat berita kebakaran diterima, pengiriman pasukan dan sarana pemadam kebakaran ke lokasi kebakaran sampai dengan kondisi siap untuk melaksanakan operasi pemadaman (biasa ditandai dengan keluarnya air / penyemprotan air pertama).

 

"Kalau reposnse time kita untuk radius 7,5 km sudah 15 hingga 20 menit. Response time ini terhitung dari terima laporan, tim bergegas, selang direntangkan dan air pun mulai memadamkan api kebakaran," terang Burhan, Selasa 28 Oktober 2020.

 

Damkar berupaya meningkatkan response time. Tim bekerjasama dengan polisi dan PLN dalam setiap kejadian kebakaran.

 

"Kita berkordinasi untuk memadamkan listrik di TKP kebakaran. Petugas polisi membantu pengaturan lalu lintas dan pengamanan selama proses pemadaman," ulasnya.

 

Menurutnya, saat ini personel damkar di Kota Pekanbaru sekitar 200 orang. Ia menyebut jumlah ini belum ideal.

 

"Septi anggota juga masih kurang. Mobil reskrim hanya satu. Kita perlu empat di UTSB. Perbandingan banyaknya jumlah penduduk di kota Pekanbaru yang begitu besar," ucapnya.

 

 

Menurutnya, dengan jumlah penduduk satu juta jiwa di Pekanbaru, paling tidak punya 300 personel damkar. Jumlah ini juga masih di bawah standar, ini jumlah minimal dari kota dengan jumlah penduduk sebanyak itu.