Pandemi Covid-19, Omset Penjual Kelapa Bakar Rp10 Juta Perbulan

penjual-kelapa-bakar.jpg
(muthi)

RIAU ONLINE, PEKANBARU  – Konon, kelapa bakar merupakan minuman khas raja-raja terdahulu yang dipercayai kaya manfaat. Karena banyaknya manfaat kelapa bakar, Indra pemilik kedai kayu di ujung Jalan Tuanku Tambusai akhirnya memilih berjualan kelapa muda bakar dan kelapa muda dengan omzet kotor perbulannya mencapai sembilan hingga sepuluh juta perbulan.

Indra mengatakan, untuk satu buah kelapa bakar ini dibandrol Rp 17 ribu. Sedangkan kelapa muda biasa seharga Rp 10 ribu. Perharinya, kelapa yang diambil dari Sumatera Barat (Sumbar) ini terjual 40 hingga 50 buah.

“Untuk kelapa mudanya, 10 hingga 15 buah,” katanya kepada RIAUONLINE.CO.ID, Jumat, 23 Oktober 2020.

Indra mengaku sudah berjualan kelapa bakar ini sejak dua tahun lalu. Disaat pandemi, penjualan kelapa muda bakar dan kelapa muda meningkat.

"Dulu lakunya sedikit, sekarang sehari bisa puluhan," ujarnya.

Kelapa bakar ini dibakar selama dua jaman lebih. Setelah proses pembakaran, diminum dengan rempah-rempah yang telah disediakan. Adapun beberapa rempah yang dipakai Indra adalah jahe merah, serai, dan rempah-rempah lainnya.

“Khasitnya untuk nambah imun bagus. Karena dibakar ini, getahnya dan gasnya saat dibakar menyatu menjadi obat,” tutupnya.