Tak Mau Insiden Pengerusakan Terulang, UNRI Perketat Barisan: Rugi Kita

Demo-Cipta-Kerja5.jpg
(Sigit Eka Yunanda/Riau online)

Laporan: Sigit Eka Yunanda

 

RIAUONLINE, PEKANBARU - Ketua Umum Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM) Universitas Riau, Arif Nanda Kusuma menyebut Universitas Riau akan memperketat barisan untuk mengantisipasi adanya penyusup di antara demonstran penolak UU Cipta Kerja besok Selasa, 13 Oktober 2020. 

 

"Besok kita turun lagi, kita akan perketat Border untuk mengantisipasi penyusup yang bisa memprovokasi dan membuat kerusuhan" ujar Arif kepada Riauonline melalui sambungan telepon, Senin  12 Oktober 2020.

 

 

 

Hal dilakukan sebab pada aksi yang dilakukan oleh gabungan universitas se-Riau pada 8 Oktober 2020 lalu berakhir ricuh.

 

Demonstran gabungan tersebut akhirnya harus dibubarkan menggunakan gas air mata. 

 

Tak hanya itu, tidak jauh dari titik aksi, tepatnya di Hotel Tjokro terlihat sekelompok mahasiswa dari beragam Universitas melakukan perusakan satu unit mobil patroli jalan raya Polda Riau. 

 

Ternyata para pelaku bukanlah mahasiswa. Tercatat 10 orang yang ditangkap selaku provokator sudah mempersiapkan batu.

 

Mereka adalah pelajar dari berbagai daerah seorang sopir truk sewaan. 

 

Sementara salah seorang pelaku perusakan mobil patroli ternyata menyamar menjadi mahasiswa Universitas Lancang Kuning dengan memakai Almamater Unilak. 

 

 

Arif menyebut aksi-aksi provokasi ini justru merugikan demonstran karena maksud dan tujuan demonstrasi justru tidak sampai.

 

"Rugi kita, belum sampai ke tuntutan sudah pecah kerusuhan. Kemarin kita baru datang sudah rusuh" tutupnya.