Pergi ke Lumbung Pangan saat Demo UU Cipta Kerja, Jokowi Trending di Twitter

Jokowi4.jpg

Laporan: DEFRI CANDRA

 

 

RIAU ONLINE, PEKANBARU -Media sosial Twitter diramaikan dengan tagar #SaatnyaJokowiTurun.

 

Tagar ini sempat menjadi trending topik di media sosial, Twitter, Sabtu, 10 Oktober 2020.

 

Warganet sangat menyayangkan sikap Presiden RI, Joko Widodo (Jokowi) yang meninggalkan ibu kota saat rakyat menyuarakan isi hatinya kepada pemerintah lewat aksi tolak Omnibus Law atau UU Cipta Kerja yang disahkan DPR RI beberapa hari lalu.

 

Jokowi diketahui terbang ke Kalimatan Tengah guna mengecek langsung proyek persawahan yang disebut Lumbung Pangan atau Food Estate.

 

Puncak aksi demo memprotes atas disahkannya UU Cipta Kerja yang dilakukan di depan Gedung DPR/MPR RI Senayan dan Istana Negara, Kamis, 8 Oktober 2020 lalu.

 

 

 

Tidak hanya buruh, tapi juga mahasiswa, lembaga swadaya masyarakat, serta berbagai elemen aktivis lainnya dari berbagai organisasi juga ikut menyuarakan aspirasi para buruh.

 

Dari pantauan RIAUONLINE.CO.ID, hingga berita ini ditulis, tagar #SaatnyaJokowiTurun menduduki trending teratas dengan 71,8 ribu tweets.

 

Netizen menyesalkan sikap Jokowi yang disebut tidak menghadapi massa yang melakukan aksi unjuk rasa dan malah melakukan kunjungan kerja.

 

Bahkan, seorang warganet menyarankan jika tidak ingin menemui rakyat setidaknya Jokowi tetap berada di Istana.

 

"Saat di demo.. Ke solo -> keluarga prioritas, rakyat belakangan. Lalu ke palangkaraya -> alasan kunker, rakyat yg lagi minta didengar dia abaikan. Yg masih berpikir dia kerja untuk rakyat, cek isi kepala dan kejiwaan kalian.. #JokowiBiangOmnibuslaw."

 

 

Sebelumnya diketahui, mulai dari Rabu -Kamis tanggal 7-8 Oktober 2020, ribuan aktifis dan mahasiswa melakukan aksi di Depan DPRD Provinsi Riau.

 

Bahkan aksi demo tersebut berujung ricuh dan saling bentrok antara aparat kepolisian dengan mahasiswa.

 

Aksi tersebut merupakan penolakan UU Cipta Kerja atau Omnibus Law yang disahkan DPR RI yang dianggap merugikan para buruh.