Tolak UU Cipta Kerja, Begini Cara Mahasiswa Cegah Provokator Masuk Dalam Barisan

massa-tiba.jpg
(wayan)

Laporan: Sigit Eka Yunanda

RIAUONLINE, PEKANBARU - Massa aksi memasang border ketat untuk menjaga barisan agar tidak disusupi oleh orang luar yang berpotensi menjadi provokator.

Hal ini dilakukan agar demonstrasi berjalan lancar tidak seperti demo kemarin yang harus dibubarkan dengan menggunakan gas air mata.

koordinator aksi mengintruksikan agar barisan dijaga ketat dan tidak membiarkan pihak lain masuk.

“Jaga barisan, pastikan anda kenal orang di kanan dan kiri. Jika tidak kenal keluarkan dari barisan.”

Terlihat massa aksi menggunakan border berupa tali untuk menjaga barisan agar tidak “masuk angin” karena ada pihak yang luar yang masuk barisan dan melakukan provokasi.

"Jangan sampai ada yang keluar barisan, jangan sampai ada yang masuk barisan, jangan ada provokator diantara kita,” ujarnya.

Massa aksi menegaskan tidak akan melakukan tindakan anarkis, “Bapak polisi jangan khawatir, kami tidak akan rusuh. Kami mengedepankan asas-asas intelektualitas, kami hanya butuh anggota DPRD menemui kami.”

Pada demo kali massa aksi adalah gabungan dari aliansi Cipayung Plus yakni dari gabungan organisasi mahasiswa HMI, KAMMI, IMM, GMNI,PMKRI, HIMAPERSIS.