Mahasiswa Tolak Bertemu dengan Gubernur: Kita Tidak Tau Ini Acaranya Apa

Mahasiswa4.jpg
(Riau Online)

RIAU ONLINE, PEKANBARU - Pertemuan Gubernur Riau dan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Riau dengan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) se Riau, Kamis 8 Oktober 2020 tidak berjalan sesuai rencana. Sesuai agenda pertemuan ini membahas pemberlakuan Undang-Undang (UU) Cipta Kerja.  

 

Namun sejumlah mahasiswa menolak untuk hadir dalam pertemuan ini. Meskipun disaat bersamaan sudah hadir di lokasi pertemuan Gubernur Riau (Gubri) Syamsuar, Kapolda Riau, Irjen Pol Agung Setya Imam Effendi, Danrem 031 Wira Bima Brigjen M Syech Ismed SE dan Wakil Ketua DPRD Riau, Hardianto serta Rektor UIN Suska Riau Prof Ahmad Mujahidin. 

 

 

Satu persatu mahasiswa yang datang ke ruang kenanga Kantor Gubernur Riau membubarkan diri. Mereka menolak masuk ke ruang pertemuan karena tidak jelas apa yang akan dibahas dalam pertemuan tersebut. Mahasiswa yang sudah terlanjur datang ke lokasi pertemuan kemudian membubarkan diri dan meninggal ruang pertemuan. 

 

Sekdaprov Riau, Yan Prana Jaya, sempat membujuk mahasiswa ini untuk masuk kedalam ruang pertemuan. Meski sempat terjadi negosiasi di depan pintu masuk ruang kenanga, namun mahasiswa memilih meninggalkan ruang pertemuan. 

 

"Kita tidak tau acaranya apa, karena kita dari HMI Riau Kepri sudah membuat seruan aksi, kalau kami tema diskusinya tau, kita mau saja hadir. Cuma kita kan tidak mau hadir, nanti takunta dipelintir, sementara kami tidak melakukan negosiasi apapun,"kata Yudi Utama Tarigan, Pengurus HMI Badko Riau Kepri sesaat setelah meninggalkan ruang pertemuan, Kamis 8 Oktober 2020. 

 

Yudi mengungkapkan  sesuai undangan yang pihaknya terima agenda pertemuan ini adalah untuk membahas pemberlakukan UU Cipta Kerja. Namun undangan tersebut baru diterima sesaat sebelum acara dimulai.

 

"Kami juga baru dapat undangnya, memang diundangkan itu dibunyikan agendanya dialog dengan Forkopimda, terkait pemberlakukan UU Cipta Kerja," ujarnya.

 

Selain Yudi masih ada beberapa mahasiswa lainnya juga menolak untuk masuk ke ruang pertemuan. Pantuan Tribun hanya ada dua mahasiswa saja yang masuk ke ruang pertemuan. Mahasiswa tersebut memegang jaket almamater bewarna biru. 

 

Meski mahasiswa lainya memilih meninggal ruang pertemuan, namun dua mahasiswa tetap masuk ke dalam ruangan dan menggelar rapat bersama Gubernur Riau (Gubri) Syamsuar dan Forkopimda.

 

 

Pertemuan antara mahasiswa se Riau dengan Gubernur Riau (Gubri) Syamsuar dan Forkopimda masih berlangsung tertutup. Awak media yang ingin meliput pertemuan ini dilarang masuk ke ruang pertemuan. Meski agendanya pertemuan dengan BEM se Riau, namun ruang pertemuan tampak banyak kursi yang kosong. Sebab pertemuan ini hanya dihadiri oleh dua mahasiswa saja.