Belum Sampaikan Aspirasi, Sejumlah Massa Sudah Tumbang Saat Kerusuhan Terjadi

tmbang.jpg
(olivia)

Laporan: Laras Olivia

RIAU ONLINE, PEKANBARU - Aksi serentak dilakukan gabungan mahasiswa se-Riau. Mereka menuntut upaya penegasan dan penolakan terhadap pengesahan UU Omnibus Law Cipta Kerja.

Tak hanya mahasiswa, ada juga himpunan buruh hingga siswa SMK. Mereka turun ke jalan dan meneriaki berulangkali "DPRD goblok," Kamis, 8 Oktober 2020.

Komando dari mahasiswa terus disuarakan. Namun belum lagi selesai, rombongan sudah memenuhi depan pagar DPRD Provinsi Riau dan melempari polisi yang berjaga.

"Mohon teman-teman jangan anarkis, jangan lempar-lemparan!," teriak korlap dari mahasiswa.

Pagar kawat pun dirusak sehingga polisi maju menghadang. Massa aksi melempar molotov, botol air mineral, hingg batu. Polisi membalas dengan semprotan water canon.

Akibatnya, sejumlah massa berjatuhan. Seorang mahasiswa dengan almamater kuning digendong beramai oleh rekannya. Menyusul pula mahasiswa memakai almamater hijau.

Tak lama, mahasiswa lainnya mengangkat seorang berseragam sekolah. Ada sejumlah luka di bagian kaki dan jari tangannya.

Sejumlah mahasiswa kemudian mengangkat rekannya tersebut menuju Taman Budaya. Belum juga sadarkan diri dan sesak napas, ia dilarikan ke rumah sakit dengan mobil plat merah.

"Yang kami inginkan adalah beliau memberikan statment bahwa beliau selaku perwakilan DPRD Riau tidak sepakat dan tidak setuju terkait pengesehan UU Cipta Kerja serta menyampaikan penolakan ini ke pusat," ucap Fharan, mahasiswa UIR.