Sembuh dari Covid-19, Ketua KPU Riau Ucapkan Terimakasih kepada Tenaga Medis

Ilham-Muhammad-Nasir3.jpg
(Ilham Muhammad Nasir)

Laporan : WAYAN SEPIYANA

 

RIAU ONLINE, PEKANBARU - Pandemi virus Corona Virus Disease (Covid-19) masih belum terkendali, bahkan kasus harian terus meningkat, terutama di Provinsi Riau.

 

Siapa saja bisa terpapar virus ini, tanpa terkecuali.

 

Oleh karena itu, kita harus taat dalam melaksanakan anjuran pemerintah, seperti memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, dan menghindari kerumunan. 

 

RIAU ONLINE mendapatkan izin untuk memoublikasikan cerita dan testimoni dari pasien sembuh Covid-19 di Riau, yaitu Ketua Komisioner KPU Riau Ilham Muhammad Yasir. Berikut ini testimoninya :

 

*Assalamualaikum w w,*

Selamat pagi,

 

Ijin rekan-rekan AJI Pekanbaru, _Alhamdulillah_ sejak tadi malam pukul 21.00 wib kami sudah diijinkan oleh dokter di RSUD Arifin Achmad khususnya di ruang isolasi perawatan Covid-19 untuk pulang ke rumah melanjutkan isolasi mandiri terhitung, Jumat (25/9) hari ini sampai 14 hari ke depannya.

 

 

 

Kurang lebih 5 hari menjalani isolasi mandiri dan 12 hari isolasi perawatan di RSUD AA, selama itu pula dukungan doa, dukungan semangat dan tips-tips ikhtiar melawan virus Covid-19 diberikan oleh rekan-rekan di komunitas Grup ini maupun di luar Grup yang datang bagai terus mengalir.

 

Tentunya ini sangat berarti bagi kami, karena punya peran yang sangat besar dalam proses penyembuhan sejak awal dan sampai saat ini. 

 

Kekuatan virus ini akan lemah dengan sendirinya ketika daya tahan tubuh kita atau imun kita terus menguat, baik itu karena faktor perobatan, konsumsi makanan, dan suasana diri dalam mengendalikan  tekanan, dan beban pikiran atau stress.

 

Ibaratnya, di dalam suasana sakit pun harus bagaimana kata dokter diupayakan tetap ceria dan bahagia. Tentunya itu sulit, tapi itulah yang harus dilakukan jika ingin daya imun tubuh kita itu terus menguat dan dapat melakukan perlawanan secara full terhadap virus ini.

 

Atau sebaliknya ketika daya imun tubuh kita melemah, maka kekuatan daya serang virus semakin menguat pula. Karena jika kita sedih, stress itu akan berdampak ke mana-mana yang diikuti penurunan daya imun tubuh, dan virus leluasa masuk menyerang sampai ke dalam-dalam terutama biasanya paru-paru, dan tidak jarang pula dalam beberapa kasus menjadi pemicu timbulnya penyakit lain yang lebih kronis lagi.

 

Selama peroses menjalani isolasi perawatan tentunya banyak hikmah yang dapat dijalani, terutama mengisi hari-hari yang panjang dengan kegiatan yang punya nilai faedah. Baik punya faedah terhadap orang lain, maupun punya faedah untuk diri-sendiri, terutama nilai-nilai spritualitas yang setiap saatnya bisa diisi dengan kosentrasi sepenuhnya.

 

Yang di dalam hari-hari biasa mungkin sangat sulit untuk meraihnya, karena kesibukan waktu dan sebagian pikiran sudah tersita oleh rutinitas sehari-hari.

 

Terakhir, kami juga menyampaikan setinggi-tinggi terima kasih kepada para tim medis, baik itu dokter umum maupun spesialis dan perawat yang penuh dedikasi. Selama berbulan-bulan ini, sejak bulan Maret, mereka bekerja penuh waktu.

 

Setelah selesai menjalankan tugas, tidak bisa pulang. Harus isolasi pula di tempat yan telah disediakan. Mereka sudah berbulan-bulan tidak bertemu istri/suami/anak-anak dan orangtua. Karena ingin betul-betul memastikan orang-orang yang mereka cintai benar-benar tidak tertular oleh virus jahat ini.

 

Begitu pula dengan tenaga kebersihan, yang hampir setiap saat memastikan kamar isolasi kami tidak hanya sekedar bersih, tapi benar-benar steriil dari virus, dan saat bekerja punya peluang risiko yang besar tertular serupa sama halnya dengan tenaga medis.

 

Akhirnya, dengan kerendahan diri dengan penuh keikhlasan untuk selalu menerima setiap musibah dan cobaan dari Allah SWT. Aamiin.