Rumah Kue Viera, Pelopor Kue Talam Durian yang Nikmat di Riau

Kue-Viera.jpg
(Riau Online)

Laporan : Hidayatul Fitri

RIAU ONLINE, PEKANBARU-Bangunan megah berwarna kuning berisikan berbagai produk unik dengan hiasan dinding bermotif pucuk rebung khas Melayu Riau.

Suara musik khas Melayu Riau mengiringi pengunjung yang hadir. Sambutan hangat dan ramah dari orang-orang berpakaian khas Melayu Riau.

Bangunan ini merupakan toko Rumah Kue Viera yang berada di Jalan Melati No.2 Kelurahan Simpang Baru, Kecamatan Tampan, Kota Pekanbaru, Riau.

Rahmad dan istrinya, pemilik Rumah Kue Viera sudah mulai membangun usaha kuliner sejak tahun 2013.

Ia sempat berganti-ganti nama toko. Ide awal membuka usaha ini karena faktor ekonomi.

“Awalnya saya dan istri menjual risol dan kue-kue pada umumnya,” katanya.

Tahun 2015 ia menemukan formulasi khusus kue talam durian hingga kini menjadi oleh-oleh yang banyak diminati masyarakat luas.

“Kue talam durian ini merupakan modifikasi kue talam tradisional yang biasa digunakan pada acara adat,” ungkapnya.

Maysarakat di Riau yang sangat heterogen (beragam) membuat Rahmad melakukan uji coba berkali-kali untuk menemukan formula rasa yang tepat.

Ia juga memperhatikan sajian warna yang lebih diminati.

Kue talam mulanya berukuran besar seperti panampan.

Satu kue memiliki berat sekitar 1 kilogram sehingga Rahmad memodifikasinya dengan ukuran yang lebih kecil agar mudah dibawa.

Ia juga sempat beberapa kali mengganti kotak kemasan kue talam durian karyanya.

Ia ingin kue talam durian bisa ditumpuk sehingga memudahkan bagi pembeli yang membeli dengan jumlah banyak.

Rumah Kue Viera sudah dipatenkan menjadi Hak Atas Kekayaan Intelektual (HAKI).

Logo, warna, tulisan, bangunan dan kue sudah didaftarkan ke Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia.

Ia memilih warna kuning sebagai dasar Rumah Kue Viera. Sentuhan warna hitam menambah kesan tegas Rumah kue Viera.

“Warna kuning dan hitam identik dengan warna Melayu Riau. Kuning itu artinya berkilau,” kata Rahmad.

Tantangan awal membangun Rumah Kue Viera yang menjadi kendala adalah ketersediaan bahan baku.

Ia menyadari kurangnya relasi bahan baku masih belum teratasi dengan jumlah permintaan pasar saat itu.

“Duriankan buah musiman, di suatu daerah tidak mungkin terus-terusan berbuah,” ujarnya.

Kendala saat ini yang ia hadapi adalah ketersediaan Sumber Daya Manusia (SDM) sebagai karyawan.

“Banyak karyawan yang bekerja tetapi setelah menikah terpaksa harus keluar padahal sudah cocok. Ada juga yang pergi diam-diam tanpa pembicaraan sehingga menyulitkan kita mencari pengganti,” ungkapnya.

Kompetitor sudah banyak yang meniru karya Rumah Kue Vierra.

Banyak memproduksi kue talam durian bahkan hingga ke warna dan bungkus yang digunakan.

“Itu terjadi karena tumpulnya otak dan tidak kreatifnya pengusaha tersebut,” sindirnya.

Ia sangat menyayangkan perilaku pengusaha yang meniru karya orang lain dan tidak menuntut kreatifitas diri dalam berbisnis.

Ia tidak ingin mempermasalahkan meski kerap merasa risih dengan hal tersebut.

Ia akan lebih fokus dalam mengembangkan Rumah Kue Viera dengan terus berkreasi dan berinovasi memunculkan pruduk-produk baru.