Rektor UIN Suska Riau Disebut Otoriter dan Lakukan Korupsi, Apa Benar ?

Achmad.jpg
(Riau Online)

Laporan : WAYAN SEPIYANA

RIAU ONLINE, PEKANBARU - Rektor Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim (UIN Suska) Riau, Prof Ahmad Mujahidin mendadak viral dan menjadi perbincangan warganet di media sosial.

Rektor yang menjabat periode 2018-2022, juga pernah menjadi Asisten Direktur Pascasarjana UIN Suska Riau 2006-2007, dan Dekan Fakultas Psikologi UIN Suska Riau 2007-2011.

Kemarin Siang, Selasa, 8 September 2020, Rektor UIN Suska ini ramai dibicarakan sampai malam harinya.

Apa gerangan yang membuat mantan Dekan Fakultas Psikologi UIN Suska itu viral ?

Bermula saat rapat kerja sedang berlangsung antara Komisi VIII DPR RI dengan Menteri Agama RI.

Anggota DPR RI Dapil Riau Drs H Achmad MSi, pada saat rapat kerja, meminta Menteri Agama Fachrul Razi untuk memberhentikan Rektor UIN Suska Riau Prof Ahmad Mujahidin dari jabatannya.

"Saat rapat kerja dengan menteri agama siang tadi (Selasa, 8 September 2020), saya secara tegas minta kepada bapak menteri untuk menjadi tahta di hati umat, menjadi penyejuk, bukan sebagai sumber gaduh," kata Achmad, dilansir dari akun Facebook Pak Achmad, Rabu, 9 September 2020.

Video yang beredar luas di media sosial dan youtube berdurasi 2 menit 15 detik itu viral. Bahkan video tersebut diposting di akun Facebook milik Achmad pada Selasa, 8 September 2020, sore.

Dalam video viral tersebut Achmad menilai masalah yang terjadi di UIN Suska Riau sudah masuk kategori luar biasa.

Ia pun meminta dengan tegas agar rektor diberhentikan secepatnya.

"Saya juga minta kepada bapak menteri, untuk secepatnya mengganti Rektor UIN Suska Riau, Prof Akhmad Mujahidin, karena banyak persoalan yang membuat kampus ini menjadi tidak berkembang. Bahkan saya minta, dalam seminggu ini sudah ada keputusannya," kata Achmad

Terjadi konflik di sana, terjadi otoriter manajemen, dan diduga terjadi korupsi yang luar biasa.

"Gedung pun tidak terawat, sekarang di mesjid tidak berjamaah di sana, karena masjidnya tidak dibenahi, mahasiswa dibungkam, jadi saya harapkan ini diproses pak dirjen. Ini beban moral saya," ujarnya

Achmad, menyampaikan, pihaknya berhubungan baik dengan Rektor UIN Suska Riau tersebut. Bahkan pernah menjadi tim suksesnya di tahun 2006 lalu.

"Tapi, kalau manajemen dibuat, seperti tukang cukur tak bisa pak, tak bisa perguruan tinggi ilmiah dibuat seperti itu," ucapnya kepada Menteri Agama RI Fachrul Razi saat rapat kerja berlangsung.

Apakah benar Rektor UIN Suska Riau yang diduga otoriter dan korupsi ?

Mari sama-sama kita menantikan dugaan tersebut.