Pelayanan Belum Maksimal dan Memuaskan, RSD Madani Malah Mau Kenakan Tarif

Mulyadi-Anwar2.jpg
(istimewa)

Laporan : Muthi Haura

RIAU ONLINE, PEKANBARU – Bagi masyarakat yang berobat di Rumah Sakit Daerah Madani, biaya pengobatan masih gratis.

Tapi, dalam jangka waktu dekat, RSD Madani akan menarik tarif atau retribusi kepada masyarakat.

Direktur Utama (Dirut) RSD Madani, dr Mulyadi mengatakan, pihaknya sudah memiliki gambaran untuk tarif pengobatan, tapi masih didalami.

Masih barang mentah yang harus dibahas lagi.

Adapun tujuan Rapat Pansus yang diadakan diruangan Badan Musyawarah (Banmus) Gedung DPRD Kota Pekanbaru, Selasa, 8 September 2020 lalu, menghasilkan Ranperda yang sehat sehingga didapatkan rumah sakit yang bermutu.

“Bermutu disini, sehat dalam operasional dan pekerjanya,” katanya kepada RIAUONLINE.CO.ID.

Mulyadi juga mengatakan, saat ini, pihaknya serta DPRD Kota Pekanbaru sedang mencari formulasi yang bisa terjangkau oleh masyarakat dengan output yang bermutu. Visinya dan DPRD juga sudah sama, menghasilkan produk yang betul-betul baik.

“Mudah-mudahan bisa kita telanjangi ini perda supaya RSD Madani bisa betul-betul bermanfaat untuk warga Kota Pekanbaru,” ujarnya.

Mulyadi berujar, tarif yang akan dikenakan kepada masyarakat hanya 10 % dari total pelayanan. Sedangkan 90 % nya lagi dari asuransi.

Sedangkan menurut Anggota Komisi IV DPRD Kota Pekanbaru, Mulyadi mengatakan, jika retribusi akan dinaikan, harus dikaji dengan benar.

Tidak hanya membandingkan Pekanbaru dengan Bogor. Harus dibandingkan dengan regional yang sama.

Jika retribusi dinaikan tinggi, Mulyadi khawatir, masyarakat akan susah berobat. Apalagi peralatan di RSD Madani belum terlalu lengkap.

Selain itu, pihaknya mendengar dari masyarakat, pelayanan RSD Madani masih kurang maksimal dan belum memuaskan.

Mulyadi berharap agar masyarakat mendapatkan pelayanan yang bagus.

“Banyak masyarakat yang tidak punya BPJS, harus membayar lagi retribusi atau biaya yang tinggi,” tutupnya.