Tenayan Raya Jadi Kawasan Tertinggi Kasus DBD di Pekanbaru

Nyamuk-Aedes-Aegypti.jpg
(Istimewa)

Laporan: Laras Olivia

RIAUONLINE, PEKANBARU - Masyarakat di Kecamatan Tenayan Raya harus mewaspadai penyebaran Demam Berdarah Dengue (DBD). Pasalnya kasus DBD di Kota Pekanbaru paling banyak terjadi di kecamatan tersebut.

Jumlah kasus DBD di Kecamatan Tenayan Raya mencapai 82 kasus. Dua kecamatan lainnya yang angka kasus DBD cukup tinggi yakni Kecamatan Tampan dan Kecamatan Marpoyan Damai.

Kecamatan Tampan sebanyak 76 kasus dan Kecamatan Marpoyan Damai sebanyak 63 kasus. Total kasus DBD di 12 kecamatan Kota Pekanbaru mencapai 458 kasus.

Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru mengimbau agar masyarakat mewaspadai DBD. Apalagi saat ini cuaca cendrung ekstrim.

Cuaca panas bisa berganti cepat menjadi hujan.

"Kami mengimbau agar masyarakat waspadai penyebaran DBD, seiring cuaca ektrim di kota," terang Plh Kepala Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru, Zaini Rizaldy kepada Riau Online, Senin (7/9).

Menurutnya, saat ini sebagian besar pasien DBD sudah sembuh. Ada juga pasien yang masih jalani perawatan medis.

Zaini menyebut ada tujuh pasien DBD kini masih dalam perawatan medis di rumah sakit. Ia pun mengajak masyarakat untuk mencegah penyebaran kasus DBD.

Pihaknya juga langsung tanggap melakukan fogging di wilayah yang terdapat kasus DBD. Mereka mencegah munculnya kasus baru di kawasan itu.

"Kami juga mengingatkan, agar jangan sampai pasien DBD terlambat memperoleh penanganan medis," jelasnya.

Zaini mengajak masyarakat untuk waspada terhadap penyebaran DBD. Pihaknya juga memantau lingkungan dari pasien DBD.

Ada pasien yang tinggal di kawasan banyak genangan air. Kondisi ini mempermudah jentik nyamuk Aedes Aegypti berkembang biak.

Dirinya juga mengimbau masyarakat supaya menjaga kebersihan lingkungan. Mereka juga diajar untuk menerapkan pola hidup bersih dan sehat (PHBS).

"DBD mudah menyebar karena faktor lingkungan yang kotor akan menjadi sarang. Bahkan mempercepat kembang biak nyamuk Aedes aegypti," ujarnya.

Zaini mengajak menerapkan 3 M yakni menguras bak penampungan air, menutup rapat tempat penampungan air, mengubur barang bekas. Lalu melakukan  pemberantasan sarang nyamuk.

Masyarakat harus mewaspadai genangan air yang ada di bak kamar mandi, penampungan air, air pembuangan kulkas, pot bunga hingga dispenser air minum. Tempat tersebut bisa menjadi sarang nyamuk berkembang biak.