Romeo Saputra dan Aprizal Bersyahadat di Masjid Agung An-Nur

Bersyahadat3.jpg
(Riau Online)

Laporan: DEFRI CANDRA

RIAU ONLINE, PEKANBARU - Muallaf Center An-Nur kembali mensyahadatkan dua pria asal Selat Akar dan Pekanbaru usai melaksanakan Shalat Jumat di Masjid Agung An-Nur, Jumat, 28 Agustus 2020.

Pembacaan ikrar Syahadat ini disaksikan oleh ratusan jamaah shalat jumat Masjid Agung An-Nur yang dibimbing langsung oleh pengurus Mualaf Center, Ir H Rubianto.

Kedua pria ini, satu persatu diminta pengurus Mualaf Center untuk mengikuti apa yang diucapkannya.

"Asyhadu allaa ilaaha illallaahu, wa asyhaduanna muhammadar rasuulullah" ucap Rubianto yang diikuti mualaf tersebut.

Satu dari dua pria yang masuk Islam ini merupakan karyawan dari salah satu Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di Pekanbaru.

Dua pria mualaf ini adalah Romeo Saputra kelahiran Pekanbaru, 27 Januari 1991, agama sebelumnya, Kristen Protestan dengan status belum menikah.

Kemudian, Aprizal kelahiran Selat Akar, 8 Juni 1988, Agama sebelumnya adalah Budha dan status sudah menikah.

"Saya masuk Islam murni niat sendiri tanpa ada paksaan dari pihak manapun, dan saya juga sudah mempelajari bahwa islam agama yg indah," ucap Romeo disaksikan oleh puluhan Jamaah.

Selain itu, Aprizal yang statusnya sudah menikah juga mengungkapkan bahwa keinginan dia untuk masuk Islam sudah bulat tanpa ada paksaan dari pihak manapun.

Sebelumnya diberitakan, dua perempuan berbeda daerah juga menyatakan diri masuk Islam.

 

Dua orang perempuan tersebut beragama Kristen, Puteri Dewi Lase kelahiran Dumai, 16 Agustus 1995 dan Ritimae Bohalima kelahiran Hiliamuri (Nias), 12 Juni 1994 memutuskan bersyahadat masuk Islam.