Gunakan Helikopter BNPB untuk Musda Golkar Tidak Beretika dan Pongah

Indra-Gunawan-Eet2.jpg
(Youtube Riau Online)

Laporan : WAYAN SEPIYANA

RIAU ONLINE, PEKANBARU - Setelah viral, video Ketua DPRD Riau Indra Gunawan Eet, ternyata tidak hanya sekali menggunakan fasilitas helikopter BNPB Riau.

Pada kesempatan menghadiri Musda Partai Golkar di Indragiri Hilir, Eet juga terekam memakai heli BNPB, Rabu, 12 Agustus 2020.

Terbaru, untuk yang kedua kalinya, pada Musda Partai Golkar di Bengkalis, Sabtu, 22 Agustus 2020.

Hal ini pun membuat banyak masyarakat bertanya-tanya, apakah heli BNPB bisa untuk keperluan partai.

Manager Advokasi Forum Indonesia untuk Transparansi (Fitra) Riau, Taufik, menyayangkan perilaku Ketua DPRD Riau, ini bentuk etika birokrasi yang tidak mencerminkan contoh kebaikan bagi penyelenggara pemerintahan.

"Ketua DPRD yang menggunakan fasilitas negara untuk kepentingan pribadi adalah hal yang fatal dan tak patut. Apalagi menggunakan helikopter BNPB pada saat penyelenggara kepentingan Musda Golkar," kata Taufik, saat dihubungi RIAUONLINE.CO.ID melalui pesan WhatsApp, Selasa, 26 Agustus 2020

Taufik, mengingatkan, sebagai penjabat pemerintahan, seharusnya Ketua DPRD Riau Indra Gunawan Eet bisa memahami dan menepatkan posisinya, saat menjalankan fungsi pemerintahan dan untuk kepentingan partai.

Dalih pembelaan yang disampaikan Eet, kunjungannya ke daerah sebagai bentuk menindaklanjuti laporan atas masyarakat yang resah akan illegal logging (pembalakan liar) maupun alasan koordinasi Karhutla.

"Kita mengetahui bahwa saat ini Riau dalam keadaan musim kemarau. Jika itu sebagai dalih untuk koordinasi karhutla, maka seharusnya tidak hadir di Musda Golkar, dan hanya itu kegiatannya selama di Bengkalis dan Inhil," ujarnya

Tentunya, tindakan yang diperlihatkan Eet membuat citra buruk partai dan wakil rakyat di parlemen (DPRD Riau).

"Tindakan Indra Gunawan merupakan tindakan yang tidak beretika, dan pongah," jelas Taufik

Taufik, mendesak agar Dewan Kehormatan (BK) DPRD Riau untuk memanggil Ketua DPRD Riau Indra Gunawan untuk dapat mengklarifikasi perihal tersebut