Warga Pekanbaru Demam Bersepeda, Ini Imbauan Dinas Perhubungan

Pesepeda2.jpg
(Riau Online)

Laporan: Laras Olivia

RIAU ONLINE, PEKANBARU-Di era new normal, masyarakat Pekanbaru kembali melakukan kegiatan yang rutin biasanya dilakukan di luar rumah.

Tentunya dengan wajib mematuhi protokol kesehatan.

Sejak diberlakukannya PSBB beberapa waktu lalu dan imbauan pemerintah kota terkait work from home, tentunya rasa bosan menyerang.

Sebab hampir tidak mungkin untuk keluar rumah, kecuali terkait hal penting.

Pada akhir pekan atau sore hari, masyarakat Pekanbaru banyak melakukan aktivitas seperti jogging, badminton atau olahraga lainnya. Bersepeda juga menjadi trend pilihan saat ini.

Sering ditemui rombongan pesepeda di tepi jalan. Ada pula pesepeda yang memang perorangan.

Dari pantauan Riau Online, pesepeda saat ini ramai di beberapa titik seperti Jembatan Siak IV, Jembatan Siak III, Jalan Sudirman, dan Flyover SKA.

Mereka menyebut, selain untuk olahraga, bersepeda juga dilakukan demi mengembalikan kebugaran tubuh. Hal ini pun diakui Jana (23), anak muda yang rutin bersepeda setiap minggu.

"Saya pribadi bersepeda untuk olahraga ringan dan bersenang-senang, selain juga untuk ngembaliin otot-otot tubuh yang sudah didiamkan selama berada di rumah aja," ungkap Jana kepada Riau Online, Minggu 23 Agustus 2020.

Jana menyebut awalnya ia sempat cemas untuk bersepeda di masa pandemi. Namun ia tetap patuhi protokol kesehatan. Memakai masker, menjaga jarak, dan sering mencuci tangan.

"Iya, mulanya sedikit takut, tapi saya baca-baca juga aturan bagi pesepeda di masa pandemi," ujarnya.

Ada pula Ilhamsyah, salah satu anggota komunitas pesepeda di Pekanbaru. Ia mengatakan, saat bersepeda ada sampai 10 orang yang ikut serta.

Mereka bisa menempuh rute yang cukup jauh. Bersepeda di Jalam Sudirman sampai ke Rumbai. Aktivitas tersebut biasanya dimulai pada sore hari.

"Rute paling jauh kami bisa sampai gowes ke Bangkinang," tutur Ilhamsyah.

Namun, seringkali para pesepeda dihadapkan pada masalah dengan pengendara atau pengguna jalan lainnya.

Jana pun mengakui hal tersebut. Dirinya pernah diklason pengendara sepeda motor lantaran bersepeda di tepi jalan. Namun tidak sampai cekcok.

"Waktu itu ada motor ingin melaju cepat, kami pun kena klakson terus-menerus," pungkasnya.

Para pengendara sepeda motor mengeluh ketika rombongan pesepeda gowes di tepi jalan. Ada pula yang sampai menyalip kendaraan.

"Sedikit terganggu jika ada rombongan pesepeda di tepi jalan, apalagi yang suka menyalip kendaraan. Kalau malam, kita jadi susah melihat kalau pesepeda tak pasang lampu di belakangnya," kata Mimi (22), yang sering lewat jalan Sudirman.

Sementara itu, Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Pekanbaru minta pesepeda tertib dan disiplin dalam berkendara di jalan raya. Pasalnya, jalur sepeda yang saat ini tersedia hanya di beberapa jalan.

Kepala Dishub Kota Pekanbaru, Yuliarso mengatakan, pihaknya saat ini belum berencana penambahan jalur sepeda.

"Sesuai dengan arahan Kementerian Perhubungan bahwa untuk jalur sepeda itu bisa digunakan trotoar, sepanjang memerhatikan pejalan kaki," terang Yuliarso.

Lebih lanjut Yuliarso menjelaskan, jalur sepeda yang bisa digunakan adalah jalan yang paling kiri. Meski begitu, Ia tetap mengimbau agar pesepeda ini tertib dengan tidak bergandengan dan cukup gunakan satu jalur saja.

"Pesepeda kita imbau untuk tertib, cukup menggunakan satu jalur saja. Karena kalau sudah bergandengan maka akan memakan tempat dan juga akan bertabarakan dengan pengguna jalan lainnya," ucapnya.