Aseri Minta Kadispar Riau Gratiskan Penggunaan Anjung Seni Idrus Tintin

Asosiasi-Seniman-Riau-Aseri.jpg
(istimewa)

RIAU ONLINE, PEKANBARU - Kepala Dinas Pariwisata (Kadispar) Riau, Roni Rakhmat, mendukung Asosiasi Seniman Riau (Aseri) dalam ikut serta membangun dunia kesenian dan pariwisata Riau.

Dukungan tersebut disampaikannya saat menerima rombongan Pengurus Aseri di kantornya, Jumat 7 Agustus di kawasan Bandar Seni Raja Ali Haji (Bandar Serai).

Sebagai Kadispar Riau, kata Roni, dirinya akan merangkul semua pihak yang ingin ikut membangun dunia kesenian dan pariwisata selagi itu memberikan dampak positif bagi dunia kesenian dari pariwisata di Riau.

Menurutnya, Aseri bisa menjadi mitra dalam beberapa program yang dimiliki Dispar Riau, atau Aseri memiliki program sendiri yang bisa disinergikan dengan lembaga yang dipimpinnya.

“Kita bisa berinergi, sama-sama mencari solusi apa yang bisa kita lakukan untuk mengembangkan dunia kesenian dan kepariwisataan Riau,” jelas Roni dalam diskusi yang penuh keakraban tersebut.

Dalam pertemuan tersebut Aseri yang dipimpin SPN Marhalim Zaini membawa beberapa pengurus yang baru dibentuk.

Selain Marhalim, mereka yang ikut pertemuan tesebut adalah SPN Iwan Irawan Permadi (Ketua Dewan Pengarah), Hary B Koriun (Anggota Dewan Pengarah), Fedli Aziz (Wakil Letua), Aristofani Fahmi (Sekretaris Jendral), Furqon LW (Bendahara), Willy Fwi (Ketua Bidang Kerja dan Ekonomi Kreatif), Bens Sani (Ketua Bidang Jejarin dan Kerja Sama), Jimmi Wijaya, Eko Fazra, dan beberapa pengurus lainnya.

Kepada Kadispar, Marhalim menjelaskan, keberadaan Aseri bukan hendak bersaing dengan lembaga kesenian atau kebudayaan yang ada di Riau, tetapi akan bersama-sama bersinergi membangun dunia kesenian Riau.

Cita-cita utamanya adalah membawa seniman Riau dari semua cabang dan genre seni agar menjadi pekerja seni yang bermartabat.

“Aseri muncul berawal dari kegelisahan bersama, terutama saat wabah corona melanda. Dalam kondisi begini, seniman yang selama ini menggantungkan hidupnya dalam dunia seni yang digelutinya, terdampak sangat parah,” ujar Marhalim.

Dijelaskannya lagi, banyak seniman yang kehilangan pekerjaan karena hampir semua kegiatan seni dihentikan.

Dalam kondisi begini, pemerintah, dalam hal ini Pemprov Riau, tak mengambil peran untuk membantu seniman tersebut. Misalnya membuat program kesenian yang membuat seniman bisa bekerja lagi dan bisa menghidupi dirinya lagi.

“Hal itulah yang membuat individu-individu merasa senasib dan kemudian memunculkan ide mendirikan wadah Aseri ini untuk berjuang dan menyuarakan aspirasi agar seniman diperhatikan pemerintah. Sebab, dunia seni juga ikut dalam proses pembangunan sumber daya manusia,” jelas Marhalim lagi.

Dalam kesempatan tersebut juga disinggung tentang penggunaan gedung-gedung kesenian, misalnya Anjung Seni Idrus Tintin (ASIT), yang selama ini harus berbayar, yang dirasa berat oleh para seniman.

Aseri berharap, sebagai lembaga yang membawahi ASIT, Dispar Riau mencarikan jalan keluar agar gedung tersebut bisa dipakai para seniman untuk berkreasi tanpa membebankan pembiayaan yang memberatkan.

Roni Rakhmat berjanji akan mencarikan jalan keluar tentang hal itu agar ASIT bisa digunakan oleh para seniman, juga solusi-solusi permasalahan lainnya yang disampaikan oleh para pengurus Aseri.

“Kami carikan jalan keluarnya nanti. Saya ingin dunia kesenian di Riau kembali ramai dan para seniman juga terberdayakan,” jelas Roni mengakhiri.*