Muncul "Virus" yang Lebih Berbahaya dari Covid-19 Jelang Pilkada, Apa Itu?

Adi-Sukemi4.jpg
(istimewa)
LAPORAN : RISKI APDALLI
  
RIAU ONLINE, PELALAWAN -Ketua DPRD Pelalawan, Adi Sukemi ST, MM melakukan kunjungan kerja di Kecamatan Kuala Kampar, Kabupaten Pelalawan, Riau, Rabu, 22 Juli 2020.
 
Pada kegiatan kali itu, Pemda dan DPRD Pelalawan menghadiri penyerahan Bantualn Lansung Tunai (BLT) Dana Desa (DD) di beberapa Desa, dan juga kegiatan penggerak PKK Pelalawan dalam rangka mengentaskan Stunting.
 
Dalam kesempatan tersebut, Adi sukemi menjelaskan pentingnya pengetahuan tentang apa itu Corona Virus Diseases 209 (COVID-19), cara pencegahanya dan menanganinya jika terpapar COVID-19 atau virus corona.
 
Meskipun status New Normal atau tatanan kehidupan baru, pihaknya mengajak agar makin waspada.
 
Apalagi semenjak adanya pasien positif baru yang ditemukan baru-baru ini di Kabupaten Pelalawan
 
"Namun kita tetap waspada terbukti dengann ditemukan lagi 3 pasien positif corona," ulasnya, kepada awak media Kamis, 23 Juli 2020.
 
Dengan itu, dari kedatangannya sebagai ketua DPRD Pelalawan sekaligus mewakili seluruh anggota DPRD Pelalalawan, kembali mengingatkan masyarakat yang hadir saat itu, agar makin memperkuat menjalani aturan untuk bersama melawan virus yang tak tampak oleh kasat mata tersebut.
 
"Kita harus mengikuti protokol kesehatan COVID-19, memakai masker, mencuci tangan setelah bersalaman atau memegang benda, serta physical dan sosial distancing. Dengan melakukan ini kita dapat bersama memutus penyebaran virus ini," jelas Adi Sukemi.
 
Bahkan, menurut Adi Sukemi, ada virus yang lebih berbahaya selain COVID-19 menjelang berlangsungnya kontestasi Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak 2020 mendatang.
 
Seperi fitnah atau ujaran kebencian hingga Black campaign atau kampanye hitam.
 
"Selain waspada terhadap corona, ada virus yang lebih berbahaya lagi menjelang Pilkada, yaitu menyebarnya virus fitnah atau Black campaign. Saya mengajak kepada kita semua utk menolak menyebarkan berita berita tdk benar, dan juga ujaran kebencian," ungkapnya.
 
Ia menilai, dengan perkambnagan teknologi saat ini, masyarakat sangat mudah terprovokasi dan di adu domba dengan hal-hal berbau hoaks atau berita bohong.
 
"Dengan teknologi gadget sekarang berita itu akan sangat cepat tersebar ditengah tengah masyarakat. Kita harus bijaksana dlm mengunakan gadget tersebut, jangan mau di provokasi atau di adu domba demi kepentingan sesaat kelompok," beber Adi Sukemi.
 
Dengan Pelalawan Cerdas, tambahnya, tentu kita berharap bahwa masyarakat dalam memilih calon pemimpinya dengan bijak, kenali orgnya, kenali programnya, dengan mencari tahu trackrecord atau jejak rekamnya.
 
"Mari kita bersama-sama sukseskan Pilkada pada 9 Desember 2020 nanti, dengan memastikan diri kita dan keluarga terdaftar sebagai pemilih. Dan mengajak kesadaran masyarakat untuk datang ke TPS menyalurkan hak pilihnya. Hilangkan anggapan bahwa siapapun Bupatinya tidak akan merubah nasib masyarakat," paparnya.
 
Diakhir sambutannya, Adi Sukemi, mengajak agar masyarakat Pelalawan peduli dalam kentestasi Pilkada serentak mendatang, dengan menggunakan hak pilih dengan tidak golput.
 
"Memilih pada hari H adalah bukti kepedulian kita terhadap Kabupaten Pelalawan, bahkan anjuran oleh agama kita untuk memilih pemimpin yg jujur adil dan amanah," pungkasnya