Sapma PP Tuding Asril Main Mata dengan Perusahaan Soal Identitas Pasien Positif

M-Asril2.jpg
(istimewa)
LAPORAN : RISKI APDALLI
 
RIAU ONLINE, PELALAWAN - Satuan Pelajar Mahasiswa Pemuda Pancasila (Sapma PP) Pelalawan menuding perusahaan ada main mata dengan Juru Bicara (Jubir) Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan COVID-19 (GT-PPC) Pelalawan, Asril, M.Kes.
 
Pasalnya, tudingan organisasi kepemudaan (OKP) sekaligus aktifis dari mahasiswa di Kabupaten Pelalawan ini, diperkuat dengan perubahan informasi dan intervensi dengan dalil kode etik, saat pasien positif terpapar berinisial MN (56) dinyatakan positif virus corona, Senin, 20 Juli 2020 sore kemarin.
 
"Kami menduga Jubir Asril, ada menerima upeti alias main mata dari perusahaan, karena kejanggalan ini sangat gamblang dimuka umum. Mulai dari informasi sampai dari penanganan yang seakan-akan sudah ada bentuk kerjasama yang tersistem di dalamnya," tegas Ketua Sapma PP Pelalawan, Said Roben, didampingin Sekretaris, Heru Arian SH, serta pengurus lainnya.
 
Dalam hal ini, Said bersama rekan-rekannya, meminta pihak terkait mengusut permasalahan ini, sehingga masyarakat tidak banyak yang dirugikan dengan ulah-ulah oknum seperti itu.
 
"Dengan data yang sudah gamblang dimuka umum ini, kami meminta ada pihak terkait yang bisa mengusut tuntas. Bahkan kami tidak segan-segan melakukan aksi damai, jika hal ini tidak luruskan dan di pertanggung jawabkan sebaik mungkin," tegas Said lagi, didampingi pengurus Sapma PP Pelalawan kepada RIAUONLINE.CO.ID, Selasa 21 Juli 2020.
 
Sebelumnya diberitakan, pengurus Sapma PP ini, juga menyesalkan sikap, Jubir GT-PPC Asril, M Kes, seakan-akan membedakan informasi pasien positif antara masyarakat, dan korporasi.
 
"Sebabnya jika masyarakat yang terjangkit virus COVID-19 malah lengkap disebutkan biodatanya sampai ke alamat tempat tinggal tanpa ada alasan kode etik, mereka harus adil tidak boleh tumpang tindih dalam melaksanakan tugas mereka," tukasnya dengan nada kesal
 
Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Riau, Sugianto, dengan tegas menyampaikan karyawan perusahaan petingginya positif Covid-19 harus dilakukan rapid test. 
 
"Harus di rapid semuanya itu, bahkan perlu semua karyawan dan subkontaktor dari seluruh mitranya dilakukan rapid test. Itukan perusahaan besar harusnya bisa mengikuti aturan," tagas Sugianto.
 
Sebelumnya, Juru Bicara (Jubir) Gugus Tugas  Percepatan Penanggulangan COVID-19 (GT-PPC) Pelalawan, Asril, M.Kes, memastikan 58 orang hasil tracing kontak, pasien positif Tn. MN, hasil sample swabnya negatif.
 
Negatifnya, hasil tracing kontak dari pasien MN sebanyak 58 orang, menurut Asril, dari berbagai keterangan pasien, namun kembali ia menyarankan tidak menyebutkan asal dan dari mana saja tracing kontak yang sudah di ambil sample swab tersebut.
 
"Sudah, dari pasien MN itu, 58 orang tracing kontaknya, hasil swabnya negatif semua. Tapi tida perlu disebutkan nama-namanya ya," beber Asril, Selasa, 21 Juli 2020.