Kader Demokrat Bengkalis Marah dengar Pernyataan Ketua DPW PKS Riau

Demokrat-Bengkalis2.jpg
(Riau Online)

RIAUONLINE, BENGKALIS - Keputusan Partai Keadialan Sejahtera (PKS) menunjuk Pasangan Calon Bupati Abi Bahrum-Herman terus menuai polemik. 

 Partai Demokrat kembali merasa dikhianati oleh reval politiknya tersebut.
 
Pasalnya, pernyataan Ketua DPW PKS Riau, Hendry Munief menyebut dukungan partai diberikan kepada paslon yang diusung karena terlebih dahulu mendapatkan dukungan dari PPP pertanggal 9 Juli 2020, sementara Khairul Umam- Nur Azmi Hasyim menerima dukungan dari DPP Demokrat 10 Juli 2020.
 
"Pernyataannya tersebut jelas mengundang polemik dikalangan Kader Demokrat. Polemik rekomendasi PKS, ini murni persoalan “Like and dislike” bukan Administrasi," tegas Ketua Bapilu DPC Bengkalis, Juanda, SE.MM, kepada wartawan, Senin 20 Juli 2020.
 
Ditegaskan Juanda, pernyataan PKS tersebut juga mengundang kemarahan kader Demokrat.
 
"Rekomendasi kita Bukan kaleng-kaleng, maruah partai yang kita pertaruhkan disini. Dalam hal ini, Ketum AHY lansung mengeluarkan dan menyerahkan rekomendasi,  jadi mohon dimengerti pernyataan PKS tersebut membuat kekecewaan kader," ujar Juanda.
 
Alasan ketua DPW PKS justru mengundang polemik, menurutnya, kalau yang menjadi dasar DPP PKS adalah siapa pasangan yang paling cepat membangun koalisi, "kita tegaskan bahwa Khairul Umam- Nur Azmi Hasyim justru pasangan yang lebih dulu dan siap lahir batin menbangun koalisi dan DPW PKS tidak bisa Pungkiri itu karena semua proses administrasi dan tahapan kita lewati dari jenjang DPD, DPW hingga DPP PKS," geramnya.
 
Disamping itu, Juanda menilai pernyataan PKS tersebut adalah pembohongan publik dan membuat kader Demokrat semakin kecewa.
 
"Demokrat telah membuktikan komitment dengan terbitnya surat rekomendasi dari Ketua Umum Demokrat AHY ditanggal 10 juli, dan perlu diingat bahwa ketika rekomendasi itu sampai ke DPP PKS belum ada satupun pasangan yang yang mendaftar kesana, dan tiba-tiba muncul Rekomendasi PPP di tanggal 9 juli," heran Juanda.
   
Dengan telah ditunjuk kepada pasangan lain, tambah Juanda lagi. Partainya melalui Ketua DPC Demokrat menyatakan telah menerima dan legowo dengan keputusan PKS tersebut. Namun sangat disayangkan munculnya pernyataan PKS yang menyudutkan Partai Demokrat.
 
"Wajar saja kalau kita Demokrat merasa dipermainkan, kalaulah Rekomendasi PPP memang sejak awal sudah dikeluarkan tak mungkin kita masih mau membangun komunikasi ke DPP Demokrat untuk tetap mengeluarkan Rekomendasi pasangan Khairul Umam- Nur Azmi Hasyim. Kita Demokrat masih yakin PKS melalui kadernya Khairul Umam komit dan masih menjalankan Politik dengan cara yang halal bukan politik yang menghalalkan segala cara. Jangan buat alasan yang bisa menimbulkan polemik, tinggal bilang bahwa Abi bahrum lebih disukai oleh DPP PKS jadi murni ini hanya persoalan “Like and dislike," tambahnya.
 
Pun demikian, Kader Demokrat yang di komandoi Nur Azmi Hasyim mengajarkan kepada kadernya untuk menyikapi hal ini dengan dewasa dalam berpolitik.
 
"Tapi ya sudahlah, Kami (kader) pun sudah dipahamkan oleh sikap kedewasaan ketua DPC Demokrat Bengkalis Nur azmi Hasyim yang menerima ini dengan lapang dada, masih banyak pintu untuk kita tetap bisa berjuang dan berkontribusi," pungkasnya.