Ribut Antrean di Disdukcapil Pekanbaru, Hamdani Minta Perbaiki Sistem

HAMDANI.jpg
(andrias)

RIAU ONLINE, PEKANBARU-Keributan terjadi antara warga dan petugas Satpol PP di Kantor Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Pekanbaru.

Keributan terjadi karena adanya antrean panjang. Warga yang tidak sabar merasa gerah dan akhirnya terjadi keributan.

Masyarakat datang ke kantor itu untuk mengurus beragam keperluan administrasi kependudukan.

Ketua DPRD Kota Pekanbaru, Hamdani menuturkan bahwa sebenarnya sistem yang telah ditetapkan oleh Disdukcapil Kota Pekanbaru sudah baik.

Kendati demikian masih banyak masyarakat yang belum bisa menggunakan sistem tersebut.

"Menjadi catatan kita (DPRD), selain sistem online Disdukcapil  juga harus menggunakan offline," katanya, Senin 6 Juli 2020.

Sebagai informasi, Jumat 3 Juli 2020 lalu terjadi keributan di Kantor Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Pekanbaru, keributan tersebut terjadi saat antrean membludak di Komplek Mal Pelayanan Publik (MPP) itu.

Berdasarkan informasi antrean sudah terjadi sejak subuh tersebut akhirnya menimbulkan adu mulut antara warga dan Satpol PP yang berjaga di kantor Disdukcapil tersebut.

"Jangan sampai ketika orang antre kemudian ada kejadian yang tidak diinginkan, di era new normal itu tidak diinginkan," jelasnya.

Hamdani juga menuturkan bahwa DPRD Kota Pekanbaru sudah memberikan teguran kepada Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil), Irma Novrita.

"Kadis juga sudah menyampaikan permintaan maaf kepada DPRD Pekanbaru yang mewakili masyarakat, dan juga menyatakan akan memperbaiki sistem. Dan beberapa hari kedepan kita akan lihat perubahan sistem yang dilakukan oleh Disdukcapil," pungkasnya.