Mahasiswa Apresiasi Polisi Dalam Penanganan Covid-19 dan Karhutla

demisioner-umri.jpg
(istimewa)

RIAU ONLINE, PEKANBARU - Demisioner Presiden Mahasiswa UMRI WR Mordion mengapresiasi kinerja Kapolda Riau khususnya Kapolres Pelalawan dalam upaya pemutusan mata rantai Covid-19.

Pria yang kerap disapa Dion ini menilai kinerja Polda Riau di bawah kepemimpinan Irjen Pol Agung Setiawan Imam Efendi SH SIK M.Si patut diapresiasi dan dicontoh.

Salah satu contohnya adalah langkah peduli yang dilakukan Polda Riau dan Kapolres-kapolres yang ada di Riau, terkhusus Kapolres Pelalawan yang sudah berjuang keras dalam memutuskan mata rantai Covid-19 dibarengi dengan pencegahan Karhutla di Kabupaten Pelalawan.


"Kinerja Kapolres pelalawan di bawah kepemimpinan AKBP Indra Wijatmiko hari ini sangat baik, kita bisa melihat hal itu langsung di lapangan, setiap hari polisi bekerja untuk memutuskan mata rantai Covid 19," kata kata mantan Koordinator pusat BEM se-Riau inu, Selasa, 23 Juni 2020.

Tidak hanya itu, polres Pelalawan juga sangat gencar dalam pencegahan karhutla, dan terus mengikutsertakan elemen mahasiswa dan masyarakat dalam pencegahan. Ini merupakan langkah yang sangat cemerlang, maka dari itu patut kita apresiasi,

Dion menilai, langkah-langkah ini perlu diperkuat oleh Pemerintah kabupaten Pelalawan, dan tentunya ia berharap agar Pemerintah Kabupaten Pelalawan juga bekerja lebih ekstra lagi dalam musibah Covid-19 dan ancaman Karhutla.

Selain itu, Dion juga menilai langkah-langkah yang dilakukan Polda Riau guna mencegah terjadinya Karhutla di Provinsi Riau sangat brilian, hal itu dibuktikan dengan di launchingnya Dashbord Lancang Kuning Nusantara oleh Kapolri dan Panglima TNI.

"Kita berharap kepada seluruh masyarakat dan semua elemen di Provinsi Riau untuk sama-sama menjaga Riau dari Karhutla, tidak hanya mengkritisi dan dibebankan pada satu instansi, dan terlebih juga terhadap bencana non alam yaitu memutuskan mata rantai Covid-19, langkah-langkah baik yang telah dilakukan oleh Polda Riau terkususnya Kapolres pelalawan tentu akan sia-sia jika kita tidak bahu-membahu menguatkan langkah tersebut," pungkasnya.

Sebelumnya, berdasarkan survey yang dilakukan oleh Putap menunjukkan kepuasan masyarakat terhadap kinerja pemerintah dalam menangani Covid-19, namun dari hasil survey menunjukkan bahwa kepuasan masyarakat didasari oleh peran aktif kepolisian.

Dari hasil survey, sebanyak 78,2 dari 800 koresponden mengapresiasi kinerja kepolisian, sementara untuk Pemkab dan Pemprov hanya berkisar di angka 6,8 dan 6,1 persen saja.