Warga Pekanbaru Diminta Jangan Lengah Walau Penularan Covid-19 Menurun

pakai-masker3.jpg
(istimewa)

RIAU ONLINE, PEKANBARU-Warga Pekanbaru diminta tidak lengah dan tetap waspada terhadap covid-19. Walau penyebaran penularan covid-19 di Pekanbaru sudah menurun, namun sebaran dari luar daerah masih ditemukan.

Wali Kota Pekanbaru, Dr. H. Firdaus, ST, MT, terus mengimbau sekaligus mengingatkan warga untuk tetap waspada mesti sebaran wabah Coronavirus Disease 2019 atau Covid-19 terus menurun.

Menurut wali kota, kewaspadaan harus terus ditingkatkan dengan tetap disiplin mematuhi protokol kesehatan mengingat sebaran covid dari luar daerah masih ditemukan di Kota Bertuah dalam masa transisi PSBB ke Perilaku Hidup Baru (PHB).

"Meski sejak PSBB berakhir sampai saat ini tidak ada kasus baru dari warga lokal, namun kasus yang dibawa dari luar masih kita temukan. Ada tiga kasus baru dan semuanya impor. Pertama dibawa dari Natuna, kedua dari Batam dan ketiga dari Bandar Lampung," ucapnya, Rabu 17 Juni 2020.

"Maka dari itu, kewaspada harus terus kita lakukan dengan disiplin mematuhi protokol kesehatan terutama menggunakan masker dan menghindari pusat-pusat keramaian," pesan wali kota.

Agar terhindar dari penularan covid, terang wali kota, physical distancing juga harus menjadi suatu kewajiban dilakukan oleh warga dan semua pihak.

"Kemudian jangan sentuh sembarang benda saat kita berada di tempat ramai. Dimanapun, kapan pun, kita harus disiplin menerapkan protokol kesehatan. Karena hanya dengan disiplin kita bisa terhindar dari covid," tegasnya.

Yang tak kalah penting, lanjut wali kota, peran RT/RW sangat dibutuhkan tertutama dalam mengawasi pergerakan warga di lingkungan masing-masing.

"Maka pondasinya adalah sistem keamanan lingkungan atau siskamling terpadu covid. Karena pak RT dan RW, melalui siskamling inilah mereka bisa mengontrol, mengetahui masyarakat yang keluar masuk," ujarnya dilansir dari Pekanbaru.go,id

Di samping itu, sebut wali kota, pemerintah kota terus berupaya menekan sebaran covid dengan berbagai cara mulai dari penyemprotan cairan disinfektan, melakukuan pemeriksaan rapid test secara massal dan tes swab khusus bagi Orang Dalam Pemantauan (ODP).

"Untuk rapid test, sampai hari ini sudah dilakukan terhadap 3.700 lebih warga dengan hasil sekitar 40 orang reaktif. Dari 40 ini, satu positif (covid) dan sekarang telah sembuh dan pulang," tutupnya