Tim Kukerta UR di Pelalawan Bagikan Hand Sanitizer ke Panitia Zakat Fitrah

Tim-Kukerta-UR.jpg
(Riau Online)

RIAU ONLINE, PEKANBARU - Mahasiswa Universitas Riau yang tergabung dalam Tim Kukerta Relawan Covid-19 di Pelalawan menjalin kerjasama dengan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) kabupaten Pelalawan.  

 Saat ini, tim sedang gencar memberikan hand sanitizer kepada masjid yang membuka penerimaan zakat fitrah dalam rangka pencegahan penularan covid-19 melalui jabat tangan. 
 
Kegiatan tersebut merupakan salah satu bentuk sumbangsih mahasiswa terhadap pengelolaan dan penanganan penyebaran wabah saat ini. 
 
Bersama dengan Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Riau dan Lembaga Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS), kegiatan relawan ini dijadikan pengganti Kukerta regular yang akan dijalankan oleh mahasiswa nantinya.
 
Selain membagikan hand sanitizer ini, kegiatan yang dilakukan oleh Tim Kukerta Relawan Covid-19 lainnya adalah survey bersama BAZNAS terhadap masyarakat yang terkena dampak dari Covid-19, pemberian bantuan pangan kepada masyarakat yang terkena dampak dari Covid-19, serta penjagaan posko relawan yang bertempat di BAZNAS, Pangkalan Kerinci.
 
Salah satu tim yang tergabung dalam kukerta relawan ini adalah tim yang tediri atas M Iqbal Sidiq bersama dua anggota lainnya, Monica Septiyani dan Siti Jauhariah. 
 
Dalam menjalankan program, kelompok ini memilih target yaitu, Masjid, masyarakat yang terkena dampak Covid-19 dan masyarakat yang terpaksa harus keluar rumah saat wabah. Pemilihan tersebut didasari oleh risiko yang tinggi para masyarakat tersebut akan mendapat maupun menyebarkan Covid-19.
 
“Terkait Covid-19, selain meliburkan sekolah kita harus menghindari kumpulan masa dan selalu utamakan untuk menghindari kontak fisik dengan orang lain," ujar M Iqbal mengulang pesan Bupati Pelalawan, Muhammad Haris kepada tim beberapa hari yang lalu.
 
Tim Kukerta Relawan Covid-19 juga memberikan buku “Masjid Tanggap Covid-19” yang merupakan sebuah buku yang berisikan kiat-kiat dalam menangani Covid-19. 
 
"Karena kami memilih masjid sebagai target utamanya, maka buku tersebut kebanyakan diberikan kepada masjid yang membuka penerimaan zakat fitrah. Tapi, tidak menutup kemungkinan bagi masyarakat lain untuk bergabung dalam grup tersebut, terlebih kepada para pekerja yang terpaksa harus tetap pergi keluar rumah," jelas Iqbal, Jumat, 15 Mei 2020.
 
Menteri Agama (Menag) Fachrul Razi sendiri sudah meminta agar Organisasi Pengelola Zakat meminimalkan pengumpulan zakat melalui kontak fisik, tatap muka secara langsung, atau membuka gerai di tempat keramaian.
 
Pembayaran zakat di Pelalawan juga akan dilakukan melalui layanan jemput zakat dan transfer layanan perbankan.  
 
Metode penyaluran zakat lewat tukar kupon juga tidak dianjurkan. Untuk itu, zakat akan disalurkan secara langsung kepada mustahik. 
 
Sasaran utama Tim adalah mendonasikan hand sanitizer dan buku “masjid tanggap Covid-19” agar bisa membantu pihak masjid dalam mengurus zakat fitrah.
 
"Kami Bersama BAZNAS juga melakukan survey terhadap masyarakat yang kesulitan ekonomi akibat dampak dari Covid-19, agar bisa di data dan di berikan bantuan berupa bahan pangan dan uang tunai," tambahnya.
 
Media edukasi lainnya yang digunakan tim ini adalah video edukasi yang akan diupload ke youtube. Saat ini video sedang dalam tahap pengerjaan. Diharapkan video edukasi ini dapat membuat masyarakat lebih waspada saat akan berpergian keluar rumah.
 
Seluruh materi dan poster kegiatan yang dilaksanakan oleh tim Kukerta ini, dapat diakses dan didownload oleh masyarakat secara luas, pada laman blogspot kknrelawanunribaznas.blogspot.com.
 
"Kegiatan ini tentunya tidak terlepas dari bimbingan dari dosen Universitas Riau. Bapak Dr. rer.nat. Radith Mahatama, M.Si selaku Dosen Pembimbing Lapangan dari LPPM UNRI. Semoga dengan adanya Kukerta relawan ini, dapat membantu dalam pengendalian wabah Covid-19 ini," tutup Iqbal.