Bila Rekomendasi Tak Didengarkan, PAN Wacanakan Pakai Hak Interpelasi ke Syamsuar

Zulfi-Mursal.jpg
(RIAUONLINE.CO.ID/HASBULLAH TANJUNG)
RIAU ONLINE, PEKANBARU - Ketua Fraksi PAN DPRD Riau, Zulfi Mursal tak menampik pihaknya akan menjalin komunikasi dengan fraksi-fraksi yang ada di DPRD Riau untuk melakukan hak interpelasi kepada Gubernur Riau, Syamsuar.
 
Wacana pemakaian hak interpelasi ini dikarenakan PAN melihat Syamsuar lamban dan tidak memiliki solusi kongkrit untuk menangani virus Covid-19,  hanya sebatas mengumumkan jumlah korban saja.
 
"Saya tidak bisa melihat dimana salahnya, karena secara kelembagaan DPRD sendiri nampaknya juga serta merta (dilibatkan)" tegas mantan Ketua DPRD Siak ini, Sabtu, 4 April 2020.
 
Apalagi, usulan fraksi PAN DPRD Riau yang berjumlah tujuh poin sama sekali tidak ditanggapi oleh Gubernur Riau. Dimana, poin pentingnya adalah minta diberlakukan lockdown parsial.
 
Untuk melakukan lockdown parsial ini, Gubernur harus mendata terlebih dahulu jumlah orang miskin yang mesti mendapat santunan, sehingga APBD setiap kabupaten kota bisa menutupi kebutuhan masyarakat selama masa isolasi mandiri di rumah.
 
"Kita lewat fraksi sudah sampaikan itu. Kalau hanya dianggap sekedar bualan fraksi yang tidak perlu ditanggapi, kita lihat perkembangan nanti. Kita akan komunikasikan dengan fraksi lain apakah memang harus dilakukan hak interpelasi," ujarnya.
 
Namun, jika dalam waktu dekat ini Syamsuar sudah menjalankan tugasnya dengan baik sebagai kepala daerah dalam menangani virus Covid-19, menurut Zulfi hak interpelasi tidak perlu dilakukan.
 
"Kalau memang ada perkembangan signifikan kedepannya nanti, karena PKS juga kabarnya telah melayangkan surat rekomendasi seperti kita. Kalau tidak juga di follow up baru kita pakai hak-hak dewan yang melekat di kita," tutupnya.
 
Diberitakan sebelumnya, Fraksi PAN DPRD Riau mendesak Pemerintah Provinsi Riau untuk memberikan kebutuhan pokok kepada masyarakat yang kurang mampu dan rentan selama masa darurat wabah Corona.
 
Hal tersebut disampaikan oleh Ketua Fraksi PAN DPRD Riau, Zulfi Mursal. Dikatakan Zulfi, pihaknya sudah menggelar rapat internal bersama anggota fraksi PAN DPRD Riau lainnya, dan hasilnya ada sejumlah rekomendasi kepada Gubernur Riau, Syamsuar. 
 
Setidaknya dalam rapat tersebut, PAN memberikan tujuh poin rekomendasi yang diharapkan bisa ditindaklanjuti oleh Pemprov Riau yang saat ini tengah dilanda kekhawatiran atas wabah Corona.
 
"Gubernur harus membantu masyarakat agar mampu mengikuti kebijakan pemerintah dan mampu menghadapi kondisi yang sulit ini, termasuk membantu keluarga miskin dan rentan dalam mencukupi kebutuhannya, serta kebutuhan garda terdepan yakni petugas kesehatan yang harusbtercukupi kebutuhannya dalam melayani," kata Zulfi, Senin, 30 Maret 2020.
 
Kemudian, pemerintah juga harus memberikan pengetahuan yang baik kepada masyarakat tentang Social distancing, pentingnya meningkatkan stamina dan imunitas tubuh, menumbuhkan rasa saling membantu antar sesama masyarakat, hingga menyampaikan informasi seputar Corona seterang-terangnya.
 
"Poin-poin ini harus ditaati oleh masyarakat, tentunya dengan dorongan dan pemberian sangsi atau pola lainnya," tuturnya.
 
Pemerintah juga harus memastikan pengecekan dan pemeriksaan Covid 19 terhadap masyarakat secara masif, cepat, mudah dan lancar, terutama kesiapan rumah sakit, peralatan kesehatan, tenaga medis dan informasi alur pelayanan sehingga masyarakat tidak terombang-ambing atas ketidaktahuannya.
 
Pemprov juga sesegera mungkin berkoordinasi dengan pemerintah kabupaten/kota dalam pembentukan Satgas penanganan covid-19 di setiap tingkatan, mulai desa/kampung sampai ke tingkat kabupaten/kota, agar secara cepat diketahui perkembangan Covid 19 oleh masyarakat.
 
"Walaupun Provinsi Riau bukanlah episentrum dari penyebaran Covid 19, namun pemerintah daerah jangan lengah dalam menghadapinya," tukasnya.
 
Terakhir, Fraksi PAN meminta agar Pemprov melakukan Social-Safety-Net, dengan cara merelokasi anggaran APBD untuk menjaga ketika kondisi ini berlangsung lebih lama.
 
"Karena kami dari Fraksi PAN menilai saat ini kita perlahan-lahan sudah mengarah pada kondisi lockdown parsial," tutupnya. 
 
 
 
 
 

-->