Anggota DPR RI Kaget Pemprov Riau Belum Jemput 2000 APD Bantuan Pemerintah

Staf-medis-pakai-mantel-plastik.jpg
((Twitter))
RIAU ONLINE, PEKANBARU - Anggota DPR RI dapil Riau, Achmad meminta Pemprov Riau melalui Tim Gugus Tanggap Covid-19 bisa lebih proaktif lagi dalam menangani kasus penyebaran virus Covid-19 di Riau.
 
Hal tersebut ia sampaikan menanggapi belum dijemputnya 2000 Alat Pelindung Diri (APD) yang berasal dari bantuan Pemerintah Pusat oleh Pemprov Riau.
 
Sebab, Achmad sendiri sudah memperjuangkan bantuan ini sejak dua Minggu terakhir, bahkan ia sudah mengirimkan surat ke BNPB atas nama anggota DPR RI dapil Riau.
 
"Saya sudah buat permintaan, bahkan ada surat atas nama anggota DPR RI dapil Riau.Saya juga sudah beberapa kali hubungi BNPB, divisi logistiknya juga sudah saya hubungi," katanya, Jumat, 27 Maret 2020.
 
Saat ini, kebutuhan APD merupakan prioritas karena keberadaan barang ini sangat langka sehingga jika ada bantuan dari pemerintah pusat harus dimaksimalkan dengan baik.
 
ahmad
 
"Tak pun dijemput, kan bisa dipaketkan. Intinya harus proaktif karena barang ini barang langka sekarang," tambahnya 
 
Sebelumnya, Pemerintah Indonesia melalui Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 kepada Tentara Nasional Indonesia (TNI) telah melaksanakan operasi perbantuan dalam rangka penyimpanan, pendistribusian dan mekanisme penyaluran Alat Pelindung Diri (APD) bagi beberapa daerah dengan skala prioritas.
 
APD yang sudah didistribusikan ke beberapa daerah tersebut selanjutnya diserahkan kepada Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Daerah sebagaimana yang memiliki data lengkap mengenai wilayah yang membutuhkan sebagai skala prioritas. 
 
Sehingga dalam hal ini Gugus Tugas di Daerah yang kemudian memiliki kewenangan penuh guna pemenuhan kebutuhan APD tersebut.
 
“Prioritas distrubusi APD yang ada di tiap daerah itu menjadi wewenang Gugus Tugas Daerah yang memiliki data tentang spot atau wilayah yang membutuhkan. Sehingga bagi masyarakat tiap daerah dapat berkomunikasi dengan Gugus Tugas di daerah untuk mendapatkan alokasi APD di daerah,” terang Paban IV/Operasi Dalam Negeri, Staf Operasi TNI Kolonel Infanteri Aditya Nindra Pasha dalam keterangannya di Media Center Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 di Graha Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Jakarta, Jumat 27 Maret.
 
Menurut laporan Kol.Inf Aditya jumlah stok yang dimiliki oleh Gugas Percepatan Penanganan Covid-19 di Gudang Gugus Tugas Nasional Lanud Halim Perdanakusuma adalah 170 ribu APD. Kemudian yang telah terdistribusi sebanyak 151 ribu dan cadangan ada 19 ribu.
 
Dalam hal ini perlu diketahui juga bahwa ada beberapa yang sudah dialokasikan untuk daerah, namun belum diambil. Beberapa daerah yang belum mengambil APD menurut catatan Kon.Inf Aditya meliputi Provinsi Riau, Provinsi Jambi, Provinsi Bengkulu, Provinsi Sumatera Selatan, Provinsi Gorontalo dan Provinsi Sulawesi Tengah.
 
“Sudah terdistribusi 151 ribu sehingga cadangan nasional yang ada adalah 19 ribu,” jelas Kon.Inf Aditya.
 
Adapun pelaksanaan distribusi APD dilakukan melalui 2 skema, yang pertama APD didorong atau dikirimkan ke wilayah yang kesulitan transportasi seperti di papua dan papua barat serta wilayah di perbatasan dengan bantuan TNI. Hal tersebut dilakukan untuk percepatan pemenuhan untuk wilayah skala prioritas
 
Kemudian yang ke dua, beberapa dari daerah/provinsi mengirimkan tim untuk mengambil secara mandiri sehingga kebutuhan di tiap daerah dapat dipenuhi secara cepat.