Irwan Nasir: Kami Istiqomah Wakafkan Syamsuar Jadi Ketua DPD Golkar Riau

Irwan-Nasir.jpg
(internet)
RIAU ONLINE, PEKANBARU - Ketua DPW Partai Amanat Nasional (PAN) Riau, Irwan Nasir mengatakan, sangat bangga dan berbahagia dengan terpilihnya kader yang mereka wakafkan, Syamsuar, menjadi Ketua DPD I Partai Golkar Riau, Minggu, 9 Maret 2020. 
 
Syamsuar yang juga Gubernur Riau merupakan anggota PAN sejak akhir 2017 hingga menyatakan mundur 13 Februari 2020 silam, jelang Musda Golkar diselenggarakan. 
 
"Kami bangga kader yang kami wakafkan terpilih sebagai Ketua DPD I Golkar Riau. Kami istiqamah akan itu. Kami juga apresiasi ke Partai Golkar telah menerima secara baik, hati lapang, dan tangan terbuka, anggota kami, kader kami, PAN, memimpin Golkar lima tahun ke depan," kata Irwan Nasir kepada RIAUONLINE.CO.ID, Senin, 9 Maret 2020. 
 
Dalam Kamus Bahasa Indonesia, tertulis istikamah namun lazim ditulis istiqomah memiliki arti sikap teguh pendirian dan selalu konsisten. 
 
Hal senada juga disampaikan kader PAN lainnya, Zulfi Mursal. Ketua Fraksi PAN DPRD Riau ini juga menjelaskan ke-istiqomah-an partai berlambang matahari ini sejak Syamsuar awal-awal maju sebagai Calon Bupati Siak tahun 2011 silam. 
 
Ketika itu, tuturnya, PAN mendukung Syamsuar, hingga terpilih. Pahal, Golkar ketika itu tak mendukungnya. Usai terpilih, mantan pamong tersebut malah menjabat Ketua Golkar Siak. 
  
"Sama seperti hari ini, beliau juga menjadi Ketua DPD Golkar Siak waktu itu," tambahnya.

Demikian juga di periode kedua, 2016. PAN, tuturnya, PAN tetap setia mengusung Syamsuar-Alfedri maju untuk kali kedua berpasangan. Walaupun, saat itu Golkar sendiri, dimana Syamsuar sebagai Ketua DPD II, tidak ikut mendukung.

"PAN kembali tampil menjadi perahu utama dan menggerakkan seluruh potensi PAN di Kabupaten Siak memenangkan beliau. Hingga akhirnya terpilih kembali sebagai Bupati Siak Periode kedua," tutur mantan Ketua DPRD Siak 2014-2019 ini.  

Lagi-lagi proses tersebut terulang di Pilgubri 2018, Golkar kembali tak memberikan dukungan ke Syamsuar dan memilih Arsyadjuliandi Rachman.
 
PAN dengan konsisten dan teguh pendirian, memberikan perahunya lengkap dengan 7 kursi kepada duet Syamsuar-Edy Natar Nasution. Akhirny, menjabat Gubernur dan Wakil Gubernur Riau. 
 
"Dilihat dari hal-hal di atas, tentu Syamsuar adalah kader murni PAN. Karena kamilah yang menggembleng dan menggodok Syamsuar menjadi Bupati dan Gubernur. PAN patut berbangga hati, meskipun Syamsuar tidak menjadi Ketua DPW PAN," jelasnya. 
 
Zulfi menjelaskan, misi mulia PAN itu melahirkan para pemimpin negeri dan rela, jika setelah jadi pemimpin negeri, direkrut partai lain. PAN, jelas Zulfi, akan tetap mendukung Syamsuar hingga habis masa periodenya. Termasuk menyukseskan program-program seperti dijanjikan selama masa kampanye Pilgubri 2018 silam. 
 
Selain itu, PAN juga akan tetap istiqomah, dan tidak menutup kemungkinan akan kembali mendukung Syamsuar untuk maju di periode kedua, meskipun Golkar tak akan mendukungnya maju.  
 
"PAN tak akan sakit, malah akan semakin sehat. Sekali lagi, PAN tetap istiqomah mendukung beliau," jelasnya.
 
Sementara itu, Sekretaris DPW PAN Riau, Tengku Zulmizan Farinja Assagaf menyatakan, ada beberapa perjanjian dibuat oleh Syamsuar saat maju sebagai Cagub Riau. Di antaranya perjanjian dengan Syamsuar dengan PAN, Irwan Nasir dan lainnya. 
 
Namun, tuturnya, PAN tetap istiqomah tidak akan membuka apa saja isi perjanjian tersebut. Karena PAN ingin bersikap teguh pendirian dan selalu konsisten dalam kata dan perbuatan. 
 
"Kami ingin istiqomah, teguh dalam pendirian dan selalu konsisten dalam kata dan perbuatan. Kami bangga Pak Syamsuar, kader kami menjadi Ketua DPD I Partai Golkar Riau," jelasnya. 
 
Sebelumnya, Syamsuar sempat dipecat sebagai Ketua DPD II Golkar Siak usai nekad maju dalam Pilgub Riau 2018 silam. Ketika itu, mantan Wakil Bupati Siak 2001-2006 ini, ia diusung PAN dengan 7 kursi, PKS dan Nasdem masing-masing 3 partai. Satu dari komitmen kala itu dengan Ketua Umum DPP PAN, Zulkifli Hasan adalah bersedia menjadi anggota PAN dan Ketua DPW PAN Riau.
 
Kartu Tanda Anggota (KTA) PAN Syamsuar bernomor 0311.0003000.080654.1.17 ditandatangani Ketua DPD PAN Siak, Alfedri.    
 
Namun, hingga mengajukan pengunduran diri sebagai kader PAN, Syamsuar sama sekali tak memperlihatkan keinginannya menjadi Ketua DPW PAN, seperti komitmenya saat maju dalam Pilgubri 2018. Termasuk saat ditanyakan wartawan dalam berbagai kesempatan soal itu. 
 
"(Syamsuar) lebih dua tahun tercatat sebagai kader PAN dan pernah tercatat menjabat Gubernur Riau dari PAN, walaupun hanya sekitar setahun, sejak dilantik 20 Februari 2019 hingga ajukan pengunduran diri dari Anggota PAN 13 Februari 2020," kata Zulmizan, Kamis pekan lalu.