Warganya Sakit Parah Hingga Meninggal Tanpa Perhatian Pemerintah, Marwan: Saya Merasa Gagal

marwan-jenguk-warga-sakit.jpg
(istimewa)

RIAU ONLINE, PEKANBARU - Anggota DPRD Riau dapil Inhu-Kuansing, Marwan Yohanis menceritakan pengalaman sedihnya selama melaksanakan reses di 16 titik yang ada di kabupaten Indragiri Hulu dan Kuansing.

Pengalaman tersebut ialah melihat warga yang sakit parah namun tak mendapat pelayanan dari pemerintah hingg meninggal dunia.

Kepada Riau Online, Marwan mengaku mulanya ia mendapat informasi tentang adanya salah seorang warga di dapilnya yang mengalami sakit parah, ia langsung mendatangi lokasi tersebut.

Apa yang dilihat Marwan di media sosial ternyata sama persis dengan kondisi sebenarnya, bahkan jauh lebih parah karena tidak mendapat perawatan yang tepat.

"Di salah satu desa itu ada warga sakit, tapi tidak tertangani, tidak dibawa ke tingkat yang lebih tinggi. Saya meninjau langsung, di hidungnya membengkak dan mengeluarkan darah dan nanah," kata Marwan yang juga ketua Kesehatan Indonesia Raya (Kesira) Riau ini, Rabu, 4 Maret 2020.

Dari cerita keluarga, warga tersebut awalnya mengalami pembengkakan di salah satu sisi hidungnya, namun karena diobati seadanya oleh bidan desa, pembengkakan semakin parah hingga menutupi semua hidung.

"Alasan pemerintah simpel saja, tidak mampu, mampunya ke bidan desa. Ini sangat kita sayangkan, pemerintah sudah gagal menjalankan tugasnya melayani rakyat," tuturnya.

Melihat kondisi yang sudah sangat memprihatinkan ini, Marwan lantas menghubungi Dirut RSUD Arifin Ahmad, Nuzelly dengan mengirimkan foto-foto dan kronologis penyakit.

Nuzelly kemudian meminta agar bidan yang menangani korban membawa ke Puskesmas, supaya diselesaikan dan dirujuk ke RSUD Arifin Ahmad mengingat kondisi sudah parah dan tidak mungkin lagi ditangani oleh Puskesmas.

Bidan dan pihak keluarga pun menyanggupi. Kemudian, Marwan melanjutkan aspirasi ke desa yang lain.

Sorenya, usai reses Marwan langsung mengirim pesan aplikasi pertemanan WhatsApp kepada timnya terkait administrasi rujukan pasien yang diminta. Sebab, Marwan sudah mempersiapkan kendaraan untuk membawa pasien tersebut ke Pekanbaru.

Karena tak mendapat jawaban, Marwan langsung menghubungi dan dia dikirimi foto jenazah pasien tersebut yang terbaring ditutupi kain sekira pukul 17.00 WIB.

"Jujur, saya menangis waktu itu, saya merasa gagal," tambahnya.

Padahal, menurut Marwan, jika semua pihak bisa berkoordinasi dengan baik hal seperti ini tidak akan terjadi. Sebab, jalannya sudah ada dari tingkat Kepala Desa, Camat, Kabupaten, hingga Provinsi.

"Ini yang kurang, Kades harusnya melapor ke Kecamatan, Camat karena bukan kewenangan dia harus melanjutkan ke Dinas Kesehatan. Penyebab ini ada dua, kurangnya koordinasi antar instansi atau memang tidak ada kepedulian," kesalnya.

"Sangat banyak saya jumpa hal yang seperti ini, saya harap ada koordinasi dari perangkat-perangkat pemerintahan, tugas pemerintah itu cuma satu, melayani," ulasnya.