Arab Saudi Buka Akses Penerbangan Umrah 14 Maret 2020

ilustrasi-haji-dan-umrah.jpg
(internet)

RIAUONLINE, PEKANBARU - Pemerintah Kerajaan Arab Saudi akan membuka kembali akses masuk jemaah umrah maupun haji mulai 14 Maret 2020 mendatang.

"Iya, Paling cepat insyaAllah 14 Maret 2020," kata Ketua Umum Serikat Penyelenggara Haji Umrah Indonesia (Sapuhi), Syam Resfiadi menyebut dikutip RIAUONLINE dari Suara.com pada Sabtu (29/2/2020).

Diketahui sejak 27 Februari 2020 lalu, Pemerintah Arab Saudi telah menutup akses masuk untuk umrah dan diberlakukan kepada seluruh jemaah di seluruh negara. Kebijakan tersebut diambil setelah mewabahnya Virus Corona alias Covid-19 yang terjadi di berbagai belahan negara dunia.

Syam mendapatkan informasi tersebut dari pihak otoritas bandara terkait pembukaan akses kembali semua penerbangan ke Arab Saudi.

"Itu pengumuman dari otoritas bandara. Semua negara. Kan otoritas bandara kan pasti semua negara. Semua pesawat dan segala macam," katanya.

Untuk diketahui, Pemerintah Arab Saudi resmi menghentikan sementara izin umrah bagi seluruh negara, termasuk juga untuk Indonesia.

Penghentian sementara izin ibadah umrah itu resmi diumumkan melalui pengumuman atau maklumat dari Pemerintah Arab Saudi melalui surat edaran Wakil Menteri Haji dan Umrah untuk Urusan Umrah Arab Saudi, Dr Abdulaziz bin Abdul Rahim dan Zan sebagaimana diterima oleh Suara.com, Kamis (27/2/2020).

"Menurut instruksi yang diterima oleh Kementerian Haji dan Umrah mengenai tindakan pencegahan yang dilakukan oleh Kerajaan untuk mencegah kedatangan virus Corona baru, dan dalam beberapa langkah pencegahan, masuknya warga non-Saudi ke Kerajaan untuk tujuan Umrah dan kunjungan telah ditangguhkan dan penerbitan visa telah ditangguhkan sementara."

"Kementerian juga mengkonfirmasi perusahaan, perusahaan Umrah dan agen eksternal membatalkan pemesanan di masa depan dari sejarahnya hingga pemberitahuan lebih lanjut," demikian pernyataan Wakil Menteri Haji dan Umrah untuk Urusan Umrah, Dr. Abdulaziz bin Abdul Rahim dan Zan dalam maklumatnya.

Dilansir dari laman kantor berita SPA pada Kamis (27/2/2020), Kemenlu Arab Saudi menyatakan bahwa otoritas kesehatan Saudi mengikuti perkembangan terkait penyebaran virus corona.

Untuk itu, Kerajaan merasa perlu mengamibl tindakan pencegahan yang dampaknya memengaruhi perjalanan menuju dan keluar negara Teluk tersebut.

Kerajaan berupaya memerangi penyebaran virus dengan menerapkan standar internasional serta mendukung komunitas internasional dalam mencegah penyebaran virus, terutama Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).