Jengkol dan Petai Diekspor, Marwan Yohanis: Pemprov Jangan Tukang Catat

Jengkol.jpg
(Jengkol/Antara)
RIAU ONLINE, PEKANBARU - Anggota Komisi II DPRD Riau, Marwan Yohanis meminta pemerintah bergerak cepat menangkap peluang dari komoditas petai dan jengkol yang saat ini permintaannya cukup tinggi di Internasional.
 
Politisi Gerindra ini mengatakan, selama ini Pemerintah kurang fokus dalam memaksimalkan sektor pertanian, sehingga peluang ini dimanfaatkan oleh negara lain.
 
"Lihat saja sekarang, negara pengekspor rempah-rempah terutama merica itu malah dari Singapura? Dimana mereka menanamnya? Lahan saja sempit disana," kata Marwan, Kamis, 27 Februari 2020.
 
Harusnya, Indonesia terutama Riau yang masih memiliki banyak lahan kosong bisa dimanfaatkan untuk menanam produk-produk pertanian seperti ini.
 
Pemerintah diharapakan Marwan, bisa lebih intens lagi melakukan penyuluhan kepada masyarakat supaya masyarakat tertarik untuk beralih ke sektor pertanian.
 
"Harus ada pembinaan pada para petani, supaya mereka mau memproduksi jengkol dan petai untuk diekspor. Kan tidak lucu, ekspornya lewat kita, tapi sumbernya bukan dari kita," ujarnya.
 
Ditambahkan Marwan, dia tidak bermaksud menutup kerjasama dengan negara lain ataupun provinsi lain, namun pemerintah harus bisa mengorganisir sektor pertanian ini.
 
"Petani kita harus dapat harga ekspor, jangan harga pengepul yang mereka dapat. Apalagi, kita punya pelabuhan ke Singapura, jadi yang harus dilakukan pemerintah hanya mengorganisir supaya petani kita melakukan ekspor sendiri," tuturnya.
 
Dirinya pribadi, jelas Marwan, sudah memulai ini di dapilnya yakni Kabupaten Indragiri Hulu dan Kuantan Singingi. Dimana, masing-masing rumah sudah menanam jengkol, petani dan hasil pertanian lainnya.
 
"Dinas kan sudah bantu bibit, nanamnya itu tidak harus dilahan luas, cukup 5 sampai 6 batang untuk satu pekarangan, itu sudah menghasilkan. Saya juga tanam jengkol di rumah, minimal bisa untuk konsumsi lokal. Pemerintah itu jangan hanya jadi tukang catat saja, harus ada inovasi," tutupnya.
 

-->