Kompol Arvin Sebut Pelaku Pedofil Tampil Bak Pahlawan tapi Serigala Berbulu Domba

Tersangka-kasus-bullying-terhadap-difabel-di-Polres-Jaksel.jpg
(Jamal Ramadhan/kumparan)
RIAU ONLINE, BENGKALIS - Perlu disadari dan waspadai karena pedofil bisa saja orang-orang terdekat di sekitar kita. Beberapa orang pedofil terkesan tidak banyak berbicara dan bergaul dengan orang-orang dewasa.
 
Kapolsek Mandau Kompol Arvin Hariyadi mengimbau kepada Orangtua harus semakin waspada karana pedofil pandai berkamuflase. 
 
Menurutnya, para predator itu sepertinya bisa menyamar menjadi sosok yang baik agar bisa disukai anak-anak, termasuk incarannya.  
 
Seperti yang dilakukan oleh JS, (30) pekerja buruh, Jalan Nila, Gang Sankis, Desa Batang Dui, Kecamatan, Bathin Solapan, Kabupaten Bengkalis, Riau.
 
Pelaku ini diamankan unit Reskrim Polsek Mandau, Senin, 24 Febuari 2020 karena telah melakukan pencabulan terhadap anak dibawah umur, sebut saja bunga (10) tahun. 
 
"Modus tersangka mencari anak-anak yang pulang sekolah sendiri, lalu menawarkan diri untuk mengantarkan pulang," kata Kompol Arvin Hariyadi kepada RIAUONLINE.CO.ID, Selasa, 25 Febuari 2020.
 
Setelah korban naik ke atas Sepeda Motor merk Honda Beat warna merah, korban langsung dibawa ke tempat yang sepi dan langsung dicabuli.
 
"Namuna pada kasus itu, korban (bunga) berteriak dan pura-pura pingsan, hingga tersangka merasa ketakutan lalu lari meninggalkan korban sendirian di tanah lapang," ungkap Kapolsek Mandau.
 
Upaya pelaku cabuli anak dibawah umur itu terjadi, Rabu, 19 Februari 2020 sekira pukul 13.10 wib bertempat di Jalan Tegar / Pasiran Desa Buluh Manis, Kecamatan Bathin Solapan, Kabupaten Bengkalis.
 
Peristiwa itu terungkap berawal sebelumnya orang tua korban mendapat telpon dari warga di daerah tempat kejadian, memberitahukan bahwasannya ada menemukan bunga sudah berada di TKP dan mengantarkan bunga ke rumahnya.
 
Mengetahui, anaknya mendapat perlakuan tidak senonoh langsung melaporkan ke Kantor Bhabinkamtibmas setempat.
 
Dari pengakuan korban, pelaku telah melakukan pencabulan terhadap dirinya, mengeluarkan kemaluannya dan memaksa korban untuk memasukkan ke mulut korban. Selanjutnya pelaku mengacam akan membunuh bunga jika tidak menuruti kemaunya maka akan dibunuh.
 
"Himbauan untuk kita bersama, baik para orang tua maupun pihak sekolah dan guru, agar kita sama-sama lebih peduli terhadap anak-anak kita," imbau Kompol Arvin Hariyadi
 
Terlebih, pada saat jam pulang sekolah agar dipastikan benar, bahwa anak tersebut pulang dengan siapa, apa benar dengan orang tua murid atau orang suruhan orang tua murid tersebut.
 
"Khusus bagi orang tua agar lebih waspada lagi, kejadian sudah ada, jangan sampai anak kita menjadi korban, awasi benar anak kita agar tidak terjadi hal yang sama. Semoga wilayah kita aman dari para pelaku pedofil," imbuhnya.