Tinjau Kondisi Stadion Utama, Berikut Catatan PSSI Harus Dibenahi Pemprov Riau

pssi.jpg
(istimewa)

RIAU ONLINE, PEKANBARU - Ketua Umum PSSI, Mochammad Iriawan atau kerap disapa Iwan Bule mengunjungi langsung stadion utama Riau, di Jalan Naga Sakti, Kecamatan Tampan, Pekanbaru, Riau. Kedatangan PSSI dan rombongan untuk memenuhi permintaan Riau agar Stadion Utama Riau turut dilibatkan dalam penyelenggaraan Piala Dunia U-20 pada tahun 2021 mendatang.

Dalam kunjungan ini, Iwan Bule didampingi Gubernur Riau, Syamsuar, Wakil Ketua DPRD Riau Hardianto, Ketua PSSI Riau Husni Tamrin, Sekjen PSSI Riau Muflihun, Kadispora Riau Doni Aprialdi, dan sejumlah pejabat lainnya.

Usai berkeliling, Iwan menjelaskan ada beberapa persoalan yang harus segera dibenahi oleh Pemprov Riau agar bisa menjadi venue Piala Dunia U-20, karena saat ini Riau masuk dalam 11 nominasi venue.

PSSI dan FIFA sendiri hanya akan memutuskan enam kota saja yang dipilih sebagai ‘host cities’ piala dunia yunior dua tahunan dengan jumlah peserta 24 negara itu.

“Stadion Utama Riau ini sangat besar megah. Apalagi semua tempat duduknya sudah ‘single seat’. Tinggal perawatan dan perbaikan pada beberapa sisi,” kata Iriawan.

Beberapa perbaikan yang disarankan tersebut antara lain, perlunya loker di kamar ganti, area masuk lapangan atau tangga pemain diberi karpet untuk mengurangi risiko cedera.

"Masih ada beberapa lagi, salah satunya seperti fasilitas penerangan dan hal-hal lain," tuturnya.

Hal tersebut ia sampaikan usai meninjau sejumlah arena di dalam stadion yang pernah menjadi markas geng motor.

Sebagai informasi, Stadion Utama Riau dibangun dalam rentang waktu 2009-2012 sebagai venue utama PON XVIII 2012, berkapasitas 44 ribu orang.

Stadion yang dibangun dengan investasi Rp 1,18 triliun pernah menjadi tuan rumah Kualifikasi Piala Asia U-22 2012 era Andik Vermansyah dkk. Pada tahun yang sama Stadion Utama Riau (Main Stadium of Riau) masuk dalam nominasi stadion terbaik dunia versi portal stadiumdb.com dan stadiony.net.

Selanjutnya, Iriawan juga berkunjung Rumbai Sport Centre, Pekanbaru, meninjau langsung dua kandidat lapangan pendukung yakni Stadion Kaharudin Nasution dan Lapangan Atletik Rumbai. Dari Rumbai, rombongan kemudian singgah menengok lapangan sepak bola SMP Negeri 6 Pekanbaru di Jl. Rumbai Km. 2,5.

Selepas tengah hari, rombongan PSSI dan Pemprov Riau melanjutkan inspeksi ke dua lapangan pendukung yakni Stadion Tiga Naga dan Stadion Mini Universitas Riau.

Stadion Kaharudin Nasution merupakan kandang PSPS Riau di Liga 2, sementara Stadion Tiga Naga menjadi tempat gelaran Liga 3 Nasional sekaligus homebase Klub Sepak Bola Tiga Naga FC, yang musim ini promosi ke Liga 2.

Gubernur Riau Syamsuar didampingi Kadispora Pemprov Riau Doni Aprialdi mengapresiasi kedatangan Ketua Umum PSSI untuk membangkitkan persepakbolaan Riau.

Ia menegaskan, Pemerintah Provinsi Riau sangat berharap penyelenggaraan Piala Dunia U-20 2021 di Indonesia termasuk mengikutsertakan Riau sebagai tuan rumah.

Selain dana APBD, perusahaan swasta seperti Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP) menyatakan komitmennya untuk perbaikan sarana olahraga di Riau.

“Kami berharap lebih banyak partisipasi pihak swasta untuk berperan aktif dalam perbaikan berbagai fasilitas olahraga di Riau, sehingga Riau dapat terpilih sebagai salah satu tuan rumah Piala Dunia U-20 2021,” kata Gubernur Riau Syamsuar.