Bupati Mursini Perintahkan Camat Goro Berantas Sarang Nyamuk

ILUSTRASI-NYAMUK.jpg
(INTERNET)

Laporan: ROBI SUSANTO

RIAU ONLINE, TELUK KUANTAN - Bupati Kuantan Singingi (Kuansing), Riau, H Mursini telah mengintruksikan seluruh Camat se-Kabupaten Kuansing untuk gencar melakukan gotong royong bersama masyarakat demi memberantas sarang nyamuk melalui gerakan 3 M Plus.

Surat edaran Bupati Kuansing Nomor 440/Diskes-UM/1267 tentang kewaspadaan penyakit demam berdarah dengue (DBD) disampaikan November tahun lalu kepada seluruh Kecamatan.

Mursini melalui surat tersebut menghimbau supaya masyarakat mewaspadai perubahan musim yang terjadi dan dampak terhadap peningkatan DBD di Kabupaten Kuansing.

Mursini mengintruksikan kepada seluruh Camat se-Kabupaten Kuansing untuk melaksanakan kegiatan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) melalui gerakan 3 M Plus.

Gerakan 3 M Plus tersebut mulai menguras dan menyikat bak mandi serta penampungan air hujan satu kali dalam satu minggu. Kemudian menutup rapat tempat penampungan air, menimbun dan membakar botol-botol atau kaleng-kaleng bekas. Serta menggunakan obat anti nyamuk (pagi dan sore).

Mursini juga mengintrusikan agar seluruh Camat melakukan goro secara rutin supaya tidak terjadi peningkatan terhadap kasus DBD di Kuasning.

Mursini melalui suratnya juga meminta kepada seluruh Camat untuk membuat surat edaran kepada seluruh Lurah dan Kepala Desa agar melakukan kegiatan yang sama memberantas sarang nyamuk dan melakukan gerakan 3 M Plus.

"Surat edaran Bupati sudah kita sampaikan kepada seluruh Kecamatan sejak November tahun lalu," demikian disampaikan Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kuansing, Jumardi, Jumat, 17 Januari 2020.

Dimana data yang sampaikan Dinas Kesehatan Kuansing jumlah kasus DBD meningkat tiga kali lipat tahun lalu bila dibanding tahun sebelumnya pada 2018. Tahun 2019 jumlah kasus DBD mencapai 246 kasus dan terdapat satu orang meninggal dunia.

Sementara pada 2018 jumlah kasus DBD hanya 75 kasus dan tidak ada korban meninggal dunia. "Angkanya meningkat tiga kali lipat dan tahun lalu ada satu orang meninggal dunia," kata Jumardi sebelumnya.

Kemudian awal tahun 2020 ini jumlah kasus DBD termasuk tinggi. Diskes mencatat awal Januari hingga pertengahan bulan ini sudah ada 37 kasus DBD. Kasus DBD paling banyak ditemukan di Kecamatan Kuantan Tengah.

"Awal tahun ini ada 37 kasus DBD, paling banyak di Kuantan Tengah," ujar Jumardi, Kamis kemarin.

Menurut Jumardi, tren terhadap jumlah kasus DBD memang meningkat dan dimulai sejak akhir tahun lalu hingga awal tahun ini. Terhadap DBD ini juga katanya masuk di lima tahunan siklus perkembangan nyamuk aedes aegypti sebagai pembawa virus DBD.

Dan untuk mengantisipasi perkembangbiakan nyamuk pembawa virus DBD ini, Jumardi mengajak masyarakat rutin membersihkan lingkungan sekitar terutama memberantas tempat bersarangnya nyamuk tersebut.

"Kita minta masyarakat gencar lakukan 3M plus yaitu mengubur barang bekas supaya tidak menjadi sarang nyamuk, menutup bak penampungan air dan rajin menguras atau membersihkan bak penampungan air," himbaunya.