Nepotisme, GMNI: Dengan Hormat, Syamsuar Harus Mundur dari Gubernur

Mahasiswa-GMNI-Pekanbaru.jpg
(RIAUONLINE.CO.ID/ISTIMEWA)

RIAU ONLINE, PEKANBARU - Mahasiswa di Riau mulai bergantian mengkritisi pengangkatan dan pelantikan pejabat eselon III dan IV Pemerintah Provinsi (Pemprov) sarat serta kental rasa nepotisme. 

Teranyar, Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Cabang Pekanbaru, berang saat mengetahui menantu Gubernur Riau, Syamsuar, dan istri, adik serta abang Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Riau, Yan Prana Jaya Indra Rasyid, ikut dilantik Selasa, 7 Januari 2020 lalu, di Ballroom Dang Merdu, Gedung Bank Riau Kepri.

"Mereka belum genap 1 tahun menjabat, namun sudah melakukan nepotisme di Riau," tegas Ketua DPC GMNI Pekanbaru, Fadli, Jumat, 10 Januari 2020.

Fadli meminta Gubernur Syamsuar untuk membersihkan struktur pejabat di Pemprov Riau dari praktik nepotisme. Sehingga tidak ada kerabat dan keluarga mereka mendapatkan 'jatah' jabatan.

"Jika hal ini tidak dapat dilakukan Gubernur Riau, maka dengan hormat, GMNI Pekanbaru meminta Syamsuar mundur dari jabatannya selaku Gubernur," tuturnya.

Permintaan mundur ini, disampaikan Fadli, melihat Syamsuar sudah menyalahgunakan jabatannya sebagai Gubernur untuk mengakomodir keluarga dan kerabat dekatnya menjadi pejabat.

GMNI Pekanbaru juga mengajak seluruh lapisan masyarakat Riau untuk turut serta dalam menyuarakan Riau berdaulat tanpa nepotisme.

Berdasarkan informasi didapat GMNI, ada beberapa pejabat merupakan keluarga dan kerabat dekat Syamsuar-Yan Prana Jaya. 

Mulai dari menantu Gubernur Riau, Tika Rahmi Syafitri, dilantik sebagai Kepala Sub Bagian (Kasubag) Retribusi di Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Provinsi Riau.

Selanjutnya, istri Yan Prana Jaya, Fariza, juga dilantik sebagai Kepala Bidang (Kabid) Pengembangan di Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Riau. Fariza sebelumnya merupakan staf BKD Riau.

Kemudian Prasurya Darma, diketahui abang kandung Yan Prana. Prasurya Darma dilantik sebagai Sekretaris Dinas Sosial Riau atau dapat promosi dari posisi staf di Bagian Kerjasama Biro Humas Protokol dan Kerjasama Setdaprov Riau.

Dedi Herman, adik Yan Prana lainnya juga dilantik sebagai Kabid Ops Satpol PP Riau.

Kemudian dua ajudan Gubernur Riau Syamsuar dan satu ajudan Sekdaprov turut dilantik menjadi Kepala Sub Bagian (Kasubag) di Biro Administrasi Pimpinan (Adpim) Setdaprov Riau.

Kedua ajudan Syamsuar tersebut, Raja Jehan Saputra dilantik sebagai Kasubag Hubungan Keprotokolan dan Alfi Sukrila sebagai Kasubag Tamu, Kepala Bagian Protokol, Biro Adpim Setdaprov Riau.

Selain ajudan Gubernur, ajudan Sekdaprov Riau Yan Prana, yakni Rogi dilantik sebagai Kasubag Penggunaan Pengamanan dan Pemeliharaan Aset Sekda Bagian Administrasi Keuangan dan Umum Sekdaprov Riau.

Sementara itu, Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Riau, Ikhwan Ridwan, memastikan seluruh pejabat dilantik Selasa lalu sudah memenuhi syarat dan prosedur berlaku.

Para pejabat ditempatkan di suatu jabatan, tuturnya, juga sudah melalui penilaian sesuai kapasitas, kapabilitas dan kompetensi.

"Jadi mohon masalah pelantikan ini jangan dipolitisasi. Sampai ada mengait-ngaitkan dengan masalah keluarga atau kerabat pimpinan. Ini kesannya jadi lain," kata Ikhwan dalam rilis diterima media.

Ikhwan menyebut, tidaklah mudah mendudukkan seorang pejabat tanpa melihat kemampuan bersangkutan. "Kalau bersangkutan punya kemampuan, kenapa tidak. Masak karena dia kerabat pimpinan nggak boleh. Nggak bisa gitulah," pungkasnya.