Menantu dan Ajudan Syamsuar Dapat Jatah, Dilantik Jadi Pejabat Eselon IV

wagubri-lantik-pejabat-eselon.jpg
(riauonline)
RIAUONLINE, PEKANBARU -  Pelantikan pejabat eselon III dan IV di lingkungan Pemprov Riau mendadak ramai diperbincangkan masyarakat. Selain jumlah pejabatnya yang cukup banyak, 737 orang ternyata yang tidak kalah menyita perhatian publik adalah adanya keluarga dari Gubernur Riau Syamsuar yang ikut dilantik bersama ratusan pejabat eselon III dan IV ini.
 
Dia adalah Tika Rahmi Syafitri. Pegawai di Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Riau ini tidak lain adalah istri dari Muhammad Andri yang tidak lain adalah anak Gubri Syamsuar. Jadi jelas, Tika Rahmi tidak lain adalah menantu dari Gubri Syamsuar. Sebelumnya Tika staf biasa di Bapenda Riau.
 
Nama Tika Rahmi Syafitri menadak menjadi perbincangan setelah protokol membacakan namanya sebagai salah satu pejabat eselon IV yang dilantik di Ballroom Lantai 3 Bank Riau Kepri. 
 
Selain menantu Gubernur Riau,  masih ada lagi beberapa orang dekat  Gubernur Riau dan Sekdaprov Riau Yan Prana Jaya yang yang ikut dilantik pada kesempatan ini. Di antaranya Raja Jehan Saputra dilantik menjadi Kasubag Hubungan Keprotokolan dan Alfi Sukrila sebagai Kasubag Tamu Biro Adpim Setdaprov Riau. Keduanya merupakan ajudan Gubri Syamsuar. 
 
Selain itu, masih ada satu nama lagi, yakni Yogi yang tidak lain adalah ajudan Sekdaprov Riau Yan Prana Jaya. Yogi dilantik menduduki jabatan Kasubag Penggunan Pengamanan dan Pemeliharaan Aset Biro Umum Setdaprov Riau.
 
Seperti diketahui, Sebanyak 737 pejabat dilingkungan Pemprov Riau resmi dilantik dan diambil sumpahnya oleh Wakil Gubernur Riau (Wagubri) Edy Natar Nasution, Selasa 7 Januari 2020.  Pelantikan pejabat eselon III dan IV serta pejabat fungsional di lingkungan Pemprov Riau dilaksanakan di Ballroom Lantai 3 Menara Bank Riau Kepri , 
 
Dari 737 pejabat, terdiri atas pejabat eselon III sebanyak 214 orang. Kemudian pejabat Eselon IV sebanyak 409 orang. Dan Sisanya adalah fungsional, sebanyak 114 orang.
 
Wakil Gubernur Riau (Wagubri) Edi Natar Nasution mengungkapkan, semua jabatan yang diberikan kepada ASN adalah amanah. Sehingga harus dijalankan dengan penuh tanggugjawab. Edi tidak ingin mendengar ada istilah jabatan basah dan jabatan tidak basah di lingkungan Pemprov Riau. Menurut dia, semua jabatan sama dan harus dijalankan dengan baik oleh ASN yang diberikan amanah.
 
"Tidak ada istilah posisi jabatan basah atau kering, semua jabatan itu amanah yang harus dijalankan dengan baik. Karena kalau tidak di jalankan dengan baik, maka jabatan itu bisa berubah menjadi sebuah kehinaan dan akan menimbulkan penyelesalan jika tidak dijalankan dengan benar," katanya.
 
Mantan Danrem 031 Wirabima ini  juga mengingatkan kepada ASN yang diberikan jabatan harus menjalankan tugasnya dengan baik. Sebab ASN yang ditunjuk dan diberikan jabatan tersebut dianggap memiliki kemampuan untuk menjalankan tugas dijabatan tersebut.
 
"Punya jabatan tapi tidak memiliki kemampuan dalam memimpin itu berbaya dan bisa merusak, bahkan melebihi penyakit menular," ujarnya.
 
Tidak hanya itu, yang tidak kalah pentingnya lanjut Edi adalah peningkatan pelayanan kepada masyarakat. Sebab tugas dari ASN bagaimana bisa memberikan pelayanan yang prima kepada masyarakat.
 
"Mari memberikan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat. Saya berharap kepada pejabat yang dilantik agar bekerja lebih keras lagi dalam memberikan pelanayan kepada masyakat, " katanya.  (*)

-->