Longsor, Akses Menuju Desa Terindah di Kuansing Ini Terancam Putus

indarung-longsor.jpg
(robi)

Laporan: ROBI SUSANTO

RIAU ONLINE, TELUK KUANTAN - Akses transportasi menuju salah satu desa terindah, Pangkalan Indaruang, Kecamatan Kuantan Singingi, di Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing), Riau terancam terputus akibat longsor.

Desa ini berada dekat wilayah perbatasan,selain berada di bawah perbukitan juga dikelilingi kawasan hutan.

Desa ini menjadi salah satu desa terindah di Kabupaten Kuansing. Ditambah di desa ini juga ada salah satu sungai yang dijadikan Lubuk Larangan oleh masyarakat setempat.

Keindahan alam yang masih alami dan terjaga hingga saat ini menjadikan desa ini tidak ada satupun desa di Kuansing yang mampu menandinginya.

Desa ini berjarak sekitar 15 kilometer dari ibukota Kecamatan terutama dari Kelurahan Muara Lembu, Kecamatan Singingi. Desa ini memiliki sekitar 1.800 jiwa jumlah penduduk.

Sayangnya akses menuju desa ini masih ada belum tersentuh aspal. Sekitar 7 kilometer lagi jalan kondisinya masih jalan tanah.

Kepala Desa Pangkalan Indaruang Ilut berharap salah satu titik jalan longsor menuju desa Pangkalan Indaruang bisa secepatnya ditangani oleh pemerintah, sehingga masyarakat tidak lagi was-was untuk melintas.

"Kita jelas khawatir kalau tidak secepatnya ditangani akses jalan menuju desa bisa terputus dan masyarakat akan kesulitan keluar menuju ibukota kecamatan maupun kabupaten," kata Dia, Kamis, 19 Desember 2019.

Sebagai Kades katanya, dirinya juga berharap akses jalan menuju desa Pangkalan Indaruang ini yang belum dilakukan pengaspalan segera dibangun jalan aspal.

"Kalau sudah tiba musim hujan sangat kami rasakan sekali sulitnya menempuh ruas jalan yang belum diaspal ini, selain kondisinya licin dan berlumpur, masyarakat tidak bisa melintas," katanya.

Ilut menyebutkan, masih ada sekitar 7 kilometer lagi akses jalan yang belum dibangun jalan aspal. "Kalau sudah hujan jangan harap bisa melintas," keluhnya.

Ia mengatakan, dulu ruas jalan ini memang dibangun oleh pemerintah Provinsi, namun pembangunan tersebut tidak lagi dilanjutkan. "Kita sangat berharap perhatian pemerintah, kabaranya kemarin akan dibangun menggunakan bankeu Provinsi," katanya.

Sementara Camat Singingi Irvansyah mengatakan, jarak dari ibukota kecamatan terutama dari tepi jalan Nasional di Kelurahan Muara Lembu menuju Desa Pangkalan Indaruang berjarak sekitar 15 kilometer.

"Kondisinya memang masih ada jalan tanah, kalau hujan sangat sulit dilalui, apalagi dua tahun terakhir tidak ada anggaran untuk perawatan," katanya.

Menanggapi kondisi tersebut, Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kuansing melalui Kepala Bidang Bina Marga, Jafrison mengatakan akan segera menindaklanjuti adanya akses jalan yang longsor tersebut.

"Kita akan pastikan akses transportasi masyarakat kesana jangan sampai terhambat karena ada bagian tepi jalan yang longsor," katanya.