Ibu: Atasan Brigadir Hendra Saut Sampaikan Kabar Gugur di Papua ke Saya

Dansat-Brimob-Polda-Riau-Melayat.jpg
(RIAUONLINE.CO.ID/HASBULLAH TANJUNG)

RIAU ONLINE, PEKANBARU - Orangtua almarhum Brigadir Polisi Hendra Saut Parulian Sibarani, Lasto Sibarani dan Masdelina Boru Munte membantah jika mereka mendapatkan kabar gugurnya sang anak di Papua dari media sosial. 

Ibu mendiang anggota Brigade Mobil (Brimob) Polda Riau tersebut, Masdelina menceritakan, ia mendapat kabar anaknya meninggal dunia akibat penganiayaan di Papua saat tengah duduk di depan rumah bersama anak-anaknya yang lain.

Ketika sedang berkumpul, sejumlah anggota kepolisian dipimpin Komandan Batalyon (Danyon) A Brimob Polda Riau, atasan Hendra memberikan kabar duka tersebut pukul 12.30 WIB.

"Anggota Brimob datang ke sini, mereka bilang anak saya meninggal di Papua. Saya bilang gak ada itu, anak saya masih hidup, gak ada dia mati, kemudian saya menjerit," cerita Masdelina sambil menyebut Komandan Brimob yang datang tersebut bernama Raden, Kamis, 19 Desember 2019, di rumahnya, Jalan Among Gang Sawit Pribadi, Labuhbaru Barat, Payung Sekaki, Pekanbaru. 

Usai sampaikan kabar duka tersebut, anggota Brimob Riau langsung memasang tenda, lengkap dengan kursi-kursi agar tetangga maupun kerabat bisa melayat ke rumah duka.

Sementara itu, Komandan Satuan Brimob Riau, Kombes Pol Abdul Hasyim, menjelaskan, Brigadir Hendra tewas dalam tugas negara dan akan mendapatkan kenaikan pangkat satu tingkat dari pangkat sekarang (anumerta).

Untuk diketahui, Hendra saat ini berpangkat Brigadir sehingga di akhir hayatnya, Hendra resmi berpangkat Bripka.

"Almarhum ini putra terbaik, kini sudah dilepas dari Polres Yahukimo menuju Cengkareng. Perjalanan cukup lama, mungkin besok pukul 07.30 WIB, sudah tiba di bandara SSK II Pekanbaru, kemudian diserahkan ke keluarga untuk acara keagamaan," kata Hasyim.

Nantinya, hari Minggu pagi, akan dilangsungkan pemakaman secara dinas kepolisian di Taman Makan Pahlawan (TMP).

Terkait info yang menyebutkan keluarga mendapatkan informasi kematian dari media sosial, Hasyim menegaskan pihaknya mendapatkan informasi tersebut pukul 11.15 WIB.

Namun, informasi tersebut masih disimpan dahulu hingga ada konfirmasi dari orang berwenang agar info tersebut dinyatakan A1.

"Pukul 11.30 WIB sudah A1 anggota saya meninggal, saya minta Danyon A, Pak Raden, datang ke rumahnya guna menyampaikan berita duka ini kepada orangtua dan istri," tutupnya.