Tunggu Uji Kelayakan, Pelabuhan Roro Sungai Selari Belum Dapat Beroperasi

Sekretaris-Dinas-Perhubungan.jpg
(andrias)

Laporan: Andrias

RIAU ONLINE, BENGKALIS - Sekretaris Dinas Perhubungan Bengkalis, Zul Asri menyebutkan perpindahan penyeberangan Roro dari Tanjung Buton ke Pelabuhan Roro Sungai Selari Bengkalis belum bisa terealisasi.

Hal itu disebabkan, Balai Pengelolaan Transportasi Darat (BPTD) Wilayah IV Sumatera belum melakukan assessment terkait kondisi kelayakan pelabuhan RoRo Sungai Selari.

"Awalnya memang mereka sudah turun melakukan survey, tinggal menunggu assessment lagi memastikan kelayakannya, baru bisa diputuskan kapan beroperasi," kata Zul Asri kepada sejumlah wartawan, Selasa, 3 November 2019.

Disamping itu, Balai Pengelolaan Transportasi Darat (BPTD) Wilayah IV Sumatera belum melakukan assessment terkait kondisi kelayakan pelabuhan RoRo Sungai Selari untuk digunakan melayani penyeberangan antar provinsi Riau-Kepri tersebut.

"Kita (Dinas perhubungan) sudah meminta dari awal agar BPTD menganalisa kondisi jembatan pelabuhan tersebut untuk penambahan lintas Riau-Kepri," terang Zul Asri.

Meski demikian kata Zul Asri, bila proses assessment selesai dilakukan maka akan dapat gambaran kondisi kelayakan pelabuhan Sungai Selari. Kemudian pihak BPTD akan menyusun jadwal pelayaran dari Pelabuhan Sungai Selari menuju Kepulauan Riau.

"Namun sampai saat ini hasil assessment belum juga kita dapatkan. Makanya rencana operasi pada akhir November belum bisa terealisasikan," ujarnya.

Untuk mempercepat realisasi ini, pihak Pemerintah Bengkalis sudah menyampaikan kepada Direktur BPTD untuk segera menggesa proses ini. Kemudian meminta BPTD untuk mengusulkan izin operasional dan penetapan tarif ke Kementerian Perhubungan.

"Kemungkinan lebih mahal nantinya dari pada tarif sebelumnya di pelabuhan Tanjung Buton, karena jarak yang cukup jauh dari sebelumnya," terang Zul Asri.

Zul Asri belum memastikan kapan realisasi penyeberangan Riau menuju Kepulauan Riau ini bisa terealisasi. Karena masih menunggu hasil assessment dan pengusulan operasional serta penetapan tarif.

"Kabarnya sekarang proses assessment sedang berjalan. Kita tunggu saja mudah mudahan bisa terealisasi dalam waktu dekat," punhkasnya.