Cerita Ojek Online Terjebak Kubangan Lumpur Hingga Dievakuasi Basarnas

ojol-dan-basarnas.jpg
(istimewa)

RIAUONLINE, PEKANBARU - Seorang pengendara angkutan daring ojek online atau Ojol di Kota Pekanbaru terjebak selama satu jam di kubangan lumpur.

Pengalaman mengerikan itu terjadi saat pengendara GoJek bernama Hendriko (28) itu mengikuti Google Map atau peta yang disediakan oleh Google, Senin tadi malam.

Karena terlalu mengikuti Google untuk mengantarkan pesanan makanan ke konsumennya, dia pun tanpa sadar melewati jalan tanah. Naasnya, jalan tanah itu berlumpur. Dengan kondisi lumpur cukup dalam hingga satu meter.

Tak ayal, Riko dan sepeda motornya pun akhirnya terjebak dalam lumpur. Insiden itu pun terjadi saat menjelang tengah malam, sekitar pukul 23.20 WIB.

Humas Basarnas Kota Pekanbaru, Kukuh Widodo, Selasa pagi menjelaskan insiden berawal ketika Riko yang baru sembilan bulan menjadi pengendara Ojol mendapat order Go Send.

"Dia menjemput barangnya di Jalan Pahlawan, Damai Langgeng, Sidomulyo Timur. Tujuannya ke daerah Kulim lewat jalan Pesantren, sesuai Google Map," kata Kukuh.

Namun pada saat tiba di tujuan, dia dihadapkan dengan jalan berlumpur. Tanpa fikir panjang, dia pun melintasi saja jalan lumpur tersebut, tanpa memastikan terlebih dahulu kondisi lumpurnya.

Akhirnya, dia pun terjebak. Andriko sempat menelfon call center Go Jek Jakarta. Namun, jawaban yang dia terima tidak begitu membantunya. Dia kembali menelpon koordinator GoJek wilayah pekanbaru, Iwan.

Tanpa pikir panjang, Iwan kemudian menghubungi Basarnas Pekanbaru.

"Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Pekanbaru mendapat informasi dari Saudara likopa Noptilos Anggota Basarnas Pekanbaru pada pukul 23.20 Wib, bahwa terjadi kondisi membahayakan manusia orang terjebak lumpur di kelurahan Kulim kecamatan Tenayan Raya, Pekanbaru," ujarnya.

Pada pukul 23.40 Wib tim penyelamat Basarnas Pekanbaru menuju Lokasi Kejadian untuk melakukan Pertolongan pada koordinat perkiraan 0 28' 52.9"N - 101 33' 47.6"E .

Pada pukul 00.40 WIB, tim tiba di lokasi kejadian dan melakukan evakuasi pertolongan pada korban dalam keadaan selamat. Korban dibawa ke rumah nya di jalan Putri 7 Panam.

"Menurut keterangan Andriko sebelumnya dirinya tidak pernah ke daerah tersebut, sehingga merasa asing. Dia hanya mengikuti petunjuk google map kemana arahnya, tiba-tiba menuju jalan yang berlumpur dan saya tabrak saja," ujarnya. (**)