Aktual, Independen dan Terpercaya


Cerita Bea Cukai Diadang Warga Sekampung di Kampung Rokok Ilegal

rokok-ilegal.jpg
(Kantor Wilayah (Kanwil) Bea Cukai Riau)

RIAU ONLINE, PEKANBARU - Kantor Wilayah (Kanwil) Bea Cukai Riau mengakui mereka kesulitan memutuskan rantai aliran distribusi rokok ilegal karena para produsen rokok sangat tersistematis.

Kakanwil Bea Cukai Riau, Ronny Rosfiyandi, mengatakan, masyarakat menjadi faktor sangat penting dalam emutus rantai penyebaran rokok ilegal ini.

Sebab, tuturnya, jika masyarakat sudah proaktif dan peduli dengan keberadaan rokok ilegal, maka kemanapun pelaku sembunyi akan sangat mudah dijumpai.

Selama ini, kata Ronny, Bea Cukai selalu bekerja optimal memberantas keberadaan rokok ilegal. Namun, nyatanya para pelaku sudah terlebih dahulu menguasai medan.

"Jalur mereka berlayar ini tidak bisa dipastikan, kita selalu memantau itu. Mereka selalu mengubah skema jalurnya setiap waktu," kata Ronny, Kamis, 21 November 2019.

Jaringan peredaran rokok ilegal, sambungnya, biasanya sudah menempati suatu permukiman. Contohnya Batam, Kepulauan Riau. Jaringan ini sudah memperkuat jaringan hingga belasan tahun di kawasan tersebut.

"Kalau kami tentu ada mutasi-mutasi, kalau mereka tidak pernah mutasi-mutasi. Jadi, ketika petugas kita ada orang baru, ia mesti belajar kondisi di sana lagi. Berbeda dengan jaringan ini," tambahnya.

Ronny mencontohkan, ketika Bea Cukai kejar-kejaran dengan masyarakat masuk dalam jaringan mafia pajak ini di tengah lautan, mereka menggunakan perahu kecil ini mematikan lampunya di tengah laut.

"Mereka itu menguasai laut. Kami pakai kapal modern, mereka pakai perahu kecil, pas kejar-kejaran mereka matikan lampu. Mereka hidup dan lahir disana, jadi mereka paham medan di sana," tuturnya.

Jaringan mafia pajak ini, tutur Rony, juga menggunakan masyarakat dalam menjalankan bisnisnya ini. Saat pembuatan rokok ilegal dilakukan warga di rumahnya masing-masing.

"Rokok ini dibuat di rumah-rumah rakyat. Mereka tidak tahu apakah ini legal atau tidak. Kalau kita berantas, mereka bergantung hidup dari sana. Nah kondisi ini dimanfaatkan mafia cukai ini," jelasnya.

Bahkan, pernah suatu ketika, saat Bea Cukai mencoba menelusuri kampung pembuatan rokok ilegal, tim langsung disambut masyarakat dengan perlawanan.

"Satu kampung menutup langkah kami, karena dibenak mereka kami menghambat mata pencaharian mereka. Makanya saya sangat berharap peran masyarakat dalam pemberantasan ini," tutupnya.