Pilkada Kuansing: Pertarungan Petahana Tak Kuat dengan Trah Sukarmis

Tito-Handoko.jpg
(Hasbullah)

RIAU ONLINE, PEKANBARU - Dari sembilan Pilkada serentak yang akan dilangsungkan di tahun 2020 mendatang, Pilkada Kuansing dianggap sebagai Pilkada yang cukup menarik untuk diikuti.

Pasalnya, di Kabupaten Kuansing peluang new comer cukup besar karena petahana Bupati Mursini maupun Wakilnya Halim kurang greget dalam memimpin selama empat tahun belakangan.

Hal tersebut dikatakan oleh pengamat politik, Tito Handoko. Menurut Tito, Mursini dan Halim saat ini tengah mendapat hukuman sosial karena sejak awal memimpin sudah memberikan citra yang kurang baik dihadapan publik.

Disampaikan dosen Universitas Riau ini, hukuman ini dikarenakan keduanya mempertontonkan ketidak harmonisan mereka sepanjang masa pemerintahan dan itu memberikan dampak pada pemerintahan.

"Mereka sejak awal sampai sekarang tak harmonis, diawal saja sudah ada keretakan, terutama soal utang Pilkada dan terkait tanggung jawab masing-masing mereka terhadap Organisasi Perangkat Daerah (OPD)," kata Tito, Kamis, 14 November 2019.

Ketidakharmonisan mereka, sambung Tito, akan menjadi titik lemah keduanya di Pilkada serentak 2020 mendatang yang tentunya akan dimainkan oleh para new comer.

Tito melanjutkan, konflik yang berkepanjangan ini membuktikan bahwa keduanya mengedepankan ego dan tak mampu melaksanakan manajemen konflik dengan baik sehingga itu menjadi 'tontonan' masyarakat baik di Kuansing sendiri maupun di luar Kuansing.

Pun begitu, petahana juga harus tetap diperhitungkan karena punya modal sendiri, terutama modal birokrasi yang bisa saja dikerahkan untuk meningkatkan elektabilitas.

"Tapi peluangnya tetap ada, karena kan mereka masih menjabat," tuturnya.

Tak hanya dari sisi petahana yang kurang maksimal, trah Sukarmis juga diprediksi akan memberikan warna di Pilkada serentak 2020, mengingat pengaruh mantan Bupati Kuansing dua periode itu cukup kuat di negeri jalur tersebut.

Hal tersebut dibuktikan dengan lolosnya Sukarmis ke DPRD Riau dengan perolehan suara 37 ribu lebih, diikuti dengan tiga orang anaknya yakni Andi Putra, Romi Alfisah Putra dan Adam sebagai anggota DPRD Kuansing.

"Saya pikir sah saja kalau anak Sukarmis mau maju, yang penting visi pemimpinan harus jelas dan muncul. Tidak bisa serta merta mengandalkan dia keturunan siapa dan cerita masa lalu ayahnya," tambahnya.

Selain itu new comer seperti Aherson, Supriyati, Suhardiman Amby, Indra Putra maupun mantan legislator lainnya juga besar peluang untuk menang.

"Yang penting dia punya track record, dan kalau dia bicara saja orang bisa memandang dengan penuh harapan. Sosok begini yang harus dihadirkan dari sekarang," tambahnya lagi.

Tapi secara pribadi, Tito berharap ada sosok alternatif lain selain petahana dan trah Sukarmis yang ikut melaju di Pilkada Kuansing. Maka, disana akan ada pertunjukan politik yang cukup menarik disimak.

"Bagusnya alternatif, yang mampu mengimbangi kejayaan trah Sukarmis ini," tutupnya.

Kuansing sendiri merupakan Kabupaten yang masih berumur 20 tahun, namun kabupaten ini sudah menghasilkan banyak politisi-politisi hebat.

Dimana, bagi para pemerhati politik selain Sungai Rokan, produk politik sungai Kuantan selalu diperhitungkan.