Aktual, Independen dan Terpercaya


Sistem Pertanian Terpadu Bantu Petani Efisien Saat Bercocok Tanam

bpup-bpput.jpg
(istimewa)

RIAUONLINE, PANGKALAN KERINCI - Bertani dengan melakukan kegiatan bercocok tanam yang terencana dapat membantu ekonomi rumah tangga. Hal ini memotivasi peserta yang mengikuti Pelatihan Dasar Sistem Pertanian Terpadu di Balai Pelatihan dan Pengembangan Usaha Terpadu (BPPUT) Community Development (CD) PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP).

Melalui pelatihan ini, Wan Dewi (29 tahun) mengaku bisa belajar dengan lebih efesien lantaran ia kerap menanam berbagai tanaman di sekitar rumahnya, di Kelurahan Pangkalan Kerinci Barat, Kecamatan Pangkalan Kerinci.

"Banyak ilmu yang bisa saya terapkan, dari pemilihan tanaman, cara bercocok tanam saya pelajari di sini," terangnya.

Tak jauh beda dengan Petani asal Pangkalan Kerinci, Albitra (53) yang juga petani pemula ini menyatakan pelatihan ini bermanfaat baginya untuk mengejar produksi tanaman dan sayuran.

"Saya juga ingin tahu lebih luas bagaimana menjadi seorang petani yang unggul karena saya juga petani pemula. Saya ingin mengembangkan ilmu yang saya dapat selama pelatihan ini," terangnya.

Manajer CD RAPP, Binahidra Logiardi mengatakan Program pertanian ini sudah berjalan dua dekade. Program ini, dikatakan Binahidra merupakan fokus awal CD RAPP.

"Sampai saat ini ada 105 pokok tani, ada yang tanaman pangan dan buah-buahan yang kita integrasikan dengan pertanian dan peternakan. Untuk peternakan khususnya sapi dan dihasilkan juga kompos berbentuk cair dan padat," jelas Binahidra.

Program Pertanian Terpadu yang dilaksanakan oleh CD RAPP sejak 4 tahun terakhir ini diantaranya kampanye untuk satu desa satu komoditas (one village, one commodity - ovoc). Ia berharap di setiap desa sekitar daerah operasional RAPP punya komoditas unggulan, baik itu dari pertanian atau dari unit lainya.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Pelalawan, Ir Syahfalezi MSi, mengapresiasi kegiatan ini. Sebab, kapasitas pengetahuan SDM dalam pemahaman dalam teknis pertanian sangat diperlukan oleh para petani. Pelatihan ini diharapkan dapat memberikan pemahaman bukan hanya produksi tapi juga pendapatan.

“Oleh karena itu, keterpaduan ini harus lebih disikapi dengan keseriusan. Kita menyikapi dari kekurangan-kekurangan dan penangganannya mulai dari hilir juga kita sikapi, bukan hanya kapasitas petani, sarana dan prasarana produksi, tetapi kita juga menyikapi bagaimana pangsa pasar. Pasar menyikapi apa yang kita tawarkan dan kami sebelumnya sudah melakukan penawaran dan kerjasama untuk tanaman sayuran," tandasnya. (rls)