Ada Aliran Sesat, Masyarakat Riau Diminta Proaktif Konsultasi ke MUI

zulhusni-domo.jpg
(Hasbullah)
RIAU ONLINE, PEKANBARU - Sekretaris Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Riau, Zulhusni Domo angkat bicara terkait adanya dugaan penyebaran aliran sesat yang sangat jauh keluar dari akidah Islam.
 
"Kalau ada pemahaman yang bilang shalat lima waktu tidak wajib itu jelas sudah melanggar, dan sesat Dalam hadits dan Qur'an jelas," kata Zulhusni, Kamis, 3 Oktober 2019.
 
Untuk itu, MUI menghimbau agar masyarakat harus lebih ekstra hati-hati dalam menyaring ajaran-ajaran yang saat ini berkembang di tengah masyarakat.
 
MUI Riau bahkan siap menerima laporan dari masyarakat jika memang ada ajaran yang tidak lagi sesuai koridor-koridor akidah yang ada dalam Islam.
 
"Kalau yang wajib sudah menyimpang itu pasti sesat, kecuali dalam penerapan sunnah-sunnah berbeda itu wajar. Kalau ada laporan akan kita pelajari dan kita bimbing masyarakat," tambahny.
 
Diakui Zulhusni, ajaran sesat tidak hanya ada dalam Islam saja, namun dalam agama lain pun sudah ada ajaran-ajaran yang mulai menyimpang. Hal tersebut ia ketahui dalam rapat bersama Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB).
 
"Kita sudah ada rapat, rapat dengan kejaksaan tinggi tentang beberapa aliran agama. Tim Pakem namanya. Kita MUI selalu hadir, kita selalu membahas hal menyimpang di masing-masing agama," tutupnya.