Darurat Asap, Konsul Malaysia Evakuasi Puluhan Mahasiswa Menuju Kuala Lumpur

Evakuasi-Mahasiswa-Malaysia.jpg
(RIAUONLINE.CO.ID/ISTIMEWA)

RIAU ONLINE, PEKANBARU - Konsulat Malaysia di Pekanbaru akhirnya mengevakuasi puluhan mahasiswa Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim II (UIN Suska) ke Kuala Lumpur, Rabu, 25 September 2019. 

Evakuasi mahasiswa tersebut dilakukan dalam dua kelompok terbang, Rabu pagi, pukul 10.00 WIB dan sore, 16.15 WIB, menggunakan pesawat komersil, Air Asia. Rombongan pertama berangkat sebanyak 46 orang. 

Langkah evakuasi ini dilakukan usai Gubernur Riau, Syamsuar, menetapkan Riau dalam status Darurat Pencemaran Udara atau Darurat Asap, Senin, 23 September 2019.  

"Hari ini dua kelompok kita evakuasi ke Malaysia. Tadi pagi berjumlah 46 orang, sedangkan kelompok kedua, saat ini sedang menuju Bandara," kata staf Konsulat Malaysia di Pekanbaru tersebut. 

Konsul Malaysia di Pekanbaru, Wan Nurshima Wan Jusoh, terlihat berada di gate keberangkatan Bandara SSK Kasim II Pekanbaru, tadi pagi. Ia memberikan arahan kepada para mahasiswa masih mengenak masker sebelum naik ke ruang tunggu.

Mahasiswa UIN Suska itu mengaku alami gangguan pernapasan akibat asap karhutla. Beberapa gangguan mereka alami di antaranya sesak nafas serta sakit pada tenggorokan akibat asap. 

Sebelumnya, dilansir dari laman astrowani.com, Selasa malam, pukul 19.07 waktu Malaysia, menurunkan berita berjudul Jerebu: Kerajaan setuju laksana pemindahan pelajar di Riau, Jambi. 

Dari berita tersebut, pemerintah Malaysia telah membuat keputusan untuk memulangkan pelajar dan mahasiswa dari provinsi-provinsi telah menetapkan daerah Darurat Pencemaran Udara atau Darurat Asap. 

Setidaknya ada sekitar 300 pelajar dan mahasiswa Malaysia menuntut ilmu di dua provinsi tersebut, Riau dan Jambi. Upaya pemulangan mereka akan melibatkan secara bersama-sama dengan Agensi Pengurusan Bencana Negara (NADMA) serta agensi berkaitan termasuk

Majlis Keselamatan Negara (MKN) dan Kementerian Pendidikan. Evakuasi mahasiswa Malaysia ini mengingatkan kejadian pada 2015 silam, saat ratusan warga negara Malaysia, terdiri dari pekerja, pelajar dan mahasiswa dipulangkan melalui Pekanbaru menggunakan pesawat Hercules, 18 September 2015.