Dilantik Lagi, Marwan Yohanes Ungkap Kisah Perjalanan Politiknya

marwan-dilantik.jpg
(Hasbullah)
RIAUONLINE, PEKANBARU - Sebagai rasa syukurnya terhadap dukungan masyarakat di Indragiri Hulu dan Kuantan Singingi yang sudah mendukungnya hingga bisa menjadi anggota DPRD Riau dua periode, Marwan Yohanis menggelar acara syukuran.
 
Dalam acara syukuran tersebut, Marwan mengundang semua orang yang sudah berperan menjadikannya seperti sekarang ini, sebab sebelumnya ia bukan siapa-siapa.
 
"Disini ada tim saya dari desa-desa, kecamatan hingga tingkat kabupaten," kata Marwan, Jumat, 6 September 2019.
 
Tak hanya tim sukses, Marwan juga turut beberapa teman sesama politisi, teman-teman staf di DPRD, dan beberapa orang yang pernah memberi kesan dihidupnya.
 
"Alhamdulillah mereka hadir, tadi ada beberapa mobil dari Kuansing. Ada guru-guru saya di SD, SMP, dan STM Pekanbaru. Alhamdulillah mereka hadir. Itu mejanya disana," ujarnya sambil menunjuk salah satu meja.
 
Tak hanya itu, Marwan juga kedatangan tamu dari Singapura yang mana pernah menjadi bosnya dahulu semasa masih bekerja di salah satu perusahaan komputer.
 
"Ada juga pimpinan perusahaan widyaloka yang datang dari singapur tadi malam, Alhamdulillah sudah hadir disini, mereka turut andil dalam memberi perjalanan hidup saya hari ini," sambungnya.
 
Dalam syukuran tersebut, Marwan menampilkan video yang merupakan rangkuman dari kisah-kisahnya terutama perjalanan hidupnya dari pengusaha menjadi politisi.
 
Diceritakannya, kala itu ia baru pulang ke kabupaten Kuantan Singingi yang masih menjadi bagian dari kabupaten Indragiri Hulu dan membuka kursus komputer yang pertama di Inhu atau bahkan di Riau.
 
"Karena satu-satunya begitu saya dikenal banyak orang, dikenal luas, partai Golkar mengajak saya masuk ke partainya," ceritanya 
 
Saat itu, Marwan sama sekali belum tertarik jadi caleg, karena ia masih konsentrasi di bidang lain baik di pendidikan maupun teknologi. Hingga akhirnya ia dekat dengan Pemerintah daerah dan mendapat sejumlah proyek yang berkaitan dengan komputer.
 
Ketika kondisi ekonomi sudah meningkat dan sudah memiliki murid dan rumah pribadi, Marwan memberanikan diri jadi Caleg saat Kuansing baru dibentuk.
 
"Waktu itu saya terpilih pada periode 2004-2009. Tahun 2006-2009 saya menjadi ketua DPRD Kuansing menggantikan bapak Sukarmis yang maju jadi Bupati Kuansing," jelasnya.
 
Tahun 2010, ada permasalahan di internal partai dan waktu itu juga ia dipanggil oleh Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto untuk menjalani interview.
 
Pasca diinterview, Marwan diberi amanah untuk menjadi ketua DPD Gerindra Riau dan pada Pemilu 2014 Gerindra cukup sukses karena mendapat 2 kursi di DPR RI, 7 kursi di DPRD Riau, dan 51 kursi di DPRD kabupaten kota.
 
"Waktu itu saya juga berhasil jadi anggota DPRD Riau dari dapil Inhu-Kuansing," ulasnya.
 
Barulah, setelah 7 tahun memimpin partai berlambang Garuda merah ini, posisi Marwan digantikan oleh Nurzahedy pada tahun 2016 lalu.
 
"Tahun 2019 saya nyaleg lagi, dan Alhamdulillah sama kita ketahui tadi saya dilantik," pungkasnya.
 
Di periode keduanya ini, Marwan mengaku ingin fokus di bidang ekonomi dan kesejahteraan masyarakat, sebab menurutnya masyarakat masih jauh dari kata sejahtera.
 
"Sejahtera itu seperti yang sering saya bilang sehat badannya, cerdas otaknya dan tebal kantongnya," tutupnya.